Sejak pertengahan April 2007 kemarin aku mencoba hidup di Kebumen. Karena ‘perusahaan’ yang (akhirnya mau) mempekerjakanku menempatkanku di sana. Jarak tempuh 2 jam dari rumah, memaksaku untuk kost di salah satu kost-kostan di bilangan kota Kebumen, 5 menit jalan kaki ke kantor.
Berhubung ngga bawa motor, ngga begitu suka naik angkot, dan jam kerjaku yang cukup lama. Meski sudah sebulan di sana, belum banyak daerah yang kuhapal selain jalanan dari kost ke kantor. Paling engga aku sudah tahu tugu lawet (karena dekat tempat kerjaku), dan alun-alun kota.
Kesan pertamaku… Warga Kebumen cukup welcome, meskipun terkadang aku harus mengerutkan kening untuk memahami bahasa mereka yang ‘ngapak’. Kedua … Harga makanan mahal,ya? Ketiga … ngga ada toko buku sebesar Gramedia, atau Social Agency. Keempat … untungnya masih ada warnet.
Selanjutnya …. To be continued
Toko buku sekelas gramedia? he h he he he...
ReplyDeleteUntung sudah ada ini mba, http://wongbumen.info