
Dalam bahasa Indonesia, judul di atas diterjemahkan sebagai penerbangan pertama. Biasanya dimaksudkan untuk jadwal penerbangan pesawat yang paling awal, paling pertama, paling pagi.
Eits, postingan kali ini tidak akan menceritakan perjalananku dengan penerbangan pertama yang paling pagi. Ide cerita ini persis dengan kisah perjalananku dengan KA Pasundan empat tahun lalu. Hehe, yang belum baca bisa dilihat disini. Ya, ya, ya… Kamu benar, ini tentang pengalaman pertamaku naik pesawat terbang *blushing*.
Beberapa hari yang lalu saya menemani perjalanan dinas ibu Kasi ke Jakarta, kami berangkat bertiga, saya, ibu Pur dan pak Parlan. Sehari sebelum berangkat, saya diberi wejangan dari orang-orang yang begitu perhatian kepadaku *terharu*. “Jangan lupa sarapan, dan jangan malu-malu kalau dirasa perlu minum antimo, dan kalau dah di dalam pesawat langsung tidur aja”. Jadi berasa mau pergi jauh aja. *Hehe*. Saya sarapan bubur garut dan segelas teh manis, tapi ngga minum antimo (ngga sempat beli).
Kami berkumpul di rumah ayahanda ibu Pur di Demangan. Kemudian bersama-sama diantar Rush-nya ke Adisucipto. Setelah menunggu kurang lebih sejam di ruang tunggu akhirnya sekitar jam 8 kami naik ke pesawat Singa Udara. Sudah di dalam pesawat… eh… delay saudara… sekitar sejam. Kata om pilot, karena lalu lintas belum sepi, nunggu perintah terbang dari bandara, kelihatannya banyak pesawatnya TNI AU lagi latihan.
Akhirnya jam 9 take off. Dan berhubung saya ditengah… saya ngga bisa melaporkan seperti apa suasana di luar sana, tapi saya sempat melihat gunung Merapi yang meski lahar dinginnya masih mengancam warga di sekitar, namun terlihat sangat cantik dari atas sini. Subhanallah… tak henti-henti aku mengagumi-Nya ketika pesawat mulai terbang di antara awan putih yang menggumpal, cantiknyaaaa… Tidak, saya tidak boleh tidur dan melewatkan pemandangan gula-gula kapas berwarna putih yang cantik ini. Saya jadi teringat dua hal, pertama… sampai hari ini belum berhasil mendapat ijin dari bapak untuk naik gunung demi melihat awan yang cantik seperti di fotonya teman-teman pecinta alam, kedua… belum mengantar Icha ke pasar malam dan membeli arum manis kesukaannya. *hoho*

Alhamdulillah, sampai di Soetta sekitar jam 10 an, dalam keadaan yang sehat, tidak mabuk, tak kurang suatu apa. Perjalanan di kota Jakarta kami tempuh naik bus dan taxi. Ya, ya, ya baiklah saya mengaku, ini kali ketiga mengitari Jakarta. Yang pertama, waktu piknik pas SMP, yang kedua numpang lewat waktu ke Tangerang. Jadi jangan salahkan kalau saya masih saja terpesona melihat patung-patung dan gedung-gedung.
Setelah menyelesaikan tugas kami di Kemenkeu dan Kemdiknas, tibalah saatnya untuk kembali ke Yogyakarta yang tetap istimewa di hati saya. Segera kami ke terminal 1A Gate A7 Bandara Soetta untuk menunggu penerbangan Singa Udara jam 6 sore. Alhamdulillah. Kali ini tanpa delay pesawat berangkat tepat waktu. Eh… yang di seat 30an tadi kayaknya kibordisnya Jikustik deh! *mulai melenceng dari topik*.
Kali ini saya duduk di dekat jendela. Dan ketika pesawat mulai lepas landas, subhanallah… maket kota Jakarta dengan lampu yang mulai kerlap-kerlip… cantikkk. Ketika sudah berada di antara awan, sepertinya perjalanan pulang ini ngga semulus berangkatnya, dan benar saja, kata om pilot, cuaca petang itu kurang begitu bagus. Sesaat sebelum tiba di Yogya, cuaca sudah membaik. Dan di bawah sana mulai tampak cahaya lampu dari rumah, jalanan dan kendaraan. Sukaaa… cantiiik… Subhanallah. Berusaha menerka-nerka yang ini jalan mana yang itu jalan apa. Tapi sepertinya meleset semua. *Hehe* Alhamdulillah, kami mendarat di Adisucipto dengan selamat. Thanks to ibu Pur dan pak Parlan for the nice trip. But, there is just no no no place like home.
test....
ReplyDeletecongratz mbak; dengan penerbangan pertamanya; besok2 penerbangan selanjutnya bakal lebih indah loooooh dijamin ^^
ReplyDeleteYa...mudah2an perjalanan waktu menjadi kenangan yang indah yg tak bisa dilupakan. Untuk penerbangan yang kedua kapan? bareng yok....tapi bayar dhewe-dhewe....
ReplyDeleteUntuk penerbangan yang kedua...mungkin kita butuh lebih banyak persiapan...mungkin persiapan bikin pasport?? kan lebih seru...mungkinkah? tak ada yg tak mungkin...i have a dream...(teruske dhewe ya)
ReplyDelete@riri: thx ya dear... insyaallah semakin indah
ReplyDelete@mba j&anggra: i have a dream... bali and lombok dulu aja... yang ngga usah bikin paspor. hehe
satu hati sebelum berangkat aku sudah berpikir nanti bakal momong 2 cewek cantik mudah2 dua2nya ngak rewel "mabok" terutama anak wedhok ...!
ReplyDeletesetelah take off tak perhatian ternyata sangat menikmati perjalanan udara yg pertama kali.........malah senang lihat2 ke luar lewat jendela "padahal klu q agak ngeri klu lihat keluar"
selamat atas penerbangannya yg pertama.........mudah2an adan penerbangan2 yg selanjutnya.
@pak p: haha... wah rugi pak... di luar bagus banget lhoooo! sampai jumpa di penerbangan berikutnya. (Hadeuh, mosok yo ro pak P lagi)... :-p
ReplyDeletekalau memang diberi tugas harus terbang bersama pak P lagi kan ngak papa to...........? wkwkwkwkwk
ReplyDelete