baca posting sebelumnya
Kami mengawali pagi hari terakhir di tahun 2012 dengan sarapan di warung soto betawi pak haji di ujung gang penginapan kami. Soto daging sapi dengan santan, hmm... sarapan yang enak namun berlemak.
Kami mengawali pagi hari terakhir di tahun 2012 dengan sarapan di warung soto betawi pak haji di ujung gang penginapan kami. Soto daging sapi dengan santan, hmm... sarapan yang enak namun berlemak.
Selesai makan kami menuju ke pasar mainan di seberang jalan. Ada empat badan jalan yang harus diseberangi, atau memutar jauh di depan sana untuk mencari jembatan penyeberangan. Dan... sampailah kami di surganya anak-anak. Isa, Adit dan Lana. Juga Anggra, Nisa, dan Fia. Bahkan mba J dan bu Nur. Haha. Setelah anak-anak puas memborong mainan, segera kami kembali ke mess karena sudah dinanti mobil yang siap mengantarkan kami menuju...
TAMAN MINI INDONESIA INDAH (TMII)
Kami masuk melalui gerbang yang melewati Museum Purna Bhakti Pertiwi yang bangunannya menyerupai tumpeng-tumpeng sembari mengingat Ibu Tien Soeharto, yang berjasa memberikan ide kreatifnya dalam pembangunan taman wisata ini. Kemudian mobil kami diparkir di sebelah kiri Monumen Tugu Api Pancasila. Segera kami masuk ke bangunan terdekat dari tempat parkir yaitu stasiun ...
TAMAN MINI INDONESIA INDAH (TMII)
Kami masuk melalui gerbang yang melewati Museum Purna Bhakti Pertiwi yang bangunannya menyerupai tumpeng-tumpeng sembari mengingat Ibu Tien Soeharto, yang berjasa memberikan ide kreatifnya dalam pembangunan taman wisata ini. Kemudian mobil kami diparkir di sebelah kiri Monumen Tugu Api Pancasila. Segera kami masuk ke bangunan terdekat dari tempat parkir yaitu stasiun ...
Skylift a.k.a Kereta Gantung
Setelah mba J mendapatkan tiketnya, kami pun menuju ke baris antrian. Dan tahukah anda ternyata antriannya panjaaang sekali. Hampir setengah jam lebih kami baru mendapatkan giliran. Satu kereta untuk empat orang. Pak Parmono dan keluarga, mba Jum dan keluarga, aku, Icha dan Fia. Bismillah ... Skylift pun mulai berjalan....
![]() |
| kiri atas: jalur skylift kami; bawah: Adit, Lana, dan Bu Nur melambaikan tangan dari dalam kabin kanan atas: Icha (yang bisa tersenyum) dan Fia; tengah: Duo J; bawah: Anggra dan Isa |
Awalnya saya pikir
perjalanannya akan cukup lama dan melintasi seluruh area di TMII. Tapi
ternyata hanya memakan waktu sekitar 20 menit untuk kembali ke stasiun semula. Tapi, cukup menyenangkan.
Anjungan Daerah
Setelah turun dari skylift, awalnya kami menuju ke Museum Indonesia, namun ngga jadi masuk dan langsung berjalan menuju ke Jambi, istirahat sebentar dan melanjutkan perjalanan menuju Bengkulu.
Saat menuju ke Jawa, kami melewati Theater 4D, dan meski awalnya Anggra ngga mau, kami tetap mampir ke sana untuk menonton film Salamander yang ternyata hanya berdurasi limabelas menit. Hmm, jangan membayangkan studio Universal, tapi okelah buat mencoba nonton 4D.
Anjungan Daerah
Setelah turun dari skylift, awalnya kami menuju ke Museum Indonesia, namun ngga jadi masuk dan langsung berjalan menuju ke Jambi, istirahat sebentar dan melanjutkan perjalanan menuju Bengkulu.
Saat menuju ke Jawa, kami melewati Theater 4D, dan meski awalnya Anggra ngga mau, kami tetap mampir ke sana untuk menonton film Salamander yang ternyata hanya berdurasi limabelas menit. Hmm, jangan membayangkan studio Universal, tapi okelah buat mencoba nonton 4D.
Setelah itu kami menyusuri tepi 'lautan' yang mengelilingi miniatur pulau-pulau besar di Indonesia, dari arah Sumatra akhirnya kami menuju ke pulau Jawa, dan berhenti sejenak untuk menunaikan shalat Dhuhur di Jawa Barat yang sedang nampak kesibukan mempersiapkan acara malam tahun baru. Dan berjalan melewati Jawa Tengah dan akhirnya tiba di DI. Yogyakarta. Kami terduduk di depan sembari melihat hiburan di pendapa, sedangkan Bu Nur menuju ke kantor di belakang untuk bertemu dengan rekannya, dan bapak kepala kantor. Bertepatan dengan makan siang, kami bahkan dijamu untuk makan siang di kantor anjungan DI. Yogyakarta. Alhamdulillah...
Kami yang telah bersepakat akan menunggu tahun 2013 di TMII akhirnya kembali ke depan, di dekat pendopo. Dan mulai beranjak ketika anak-anak ingin berenang. Rombongan pun terbagi dua, bapak-bapak dan anak-anak langsung menuju ke tempat renang, dan ibu-ibu berjalan perlahan menyusul ke tempat renang sembari mampir ke Jawa Timur, Bali, Lombok, hingga Tana Toraja. Such a great day. Keliling Indonesia dalam satu hari. Hihi...
Kami yang telah bersepakat akan menunggu tahun 2013 di TMII akhirnya kembali ke depan, di dekat pendopo. Dan mulai beranjak ketika anak-anak ingin berenang. Rombongan pun terbagi dua, bapak-bapak dan anak-anak langsung menuju ke tempat renang, dan ibu-ibu berjalan perlahan menyusul ke tempat renang sembari mampir ke Jawa Timur, Bali, Lombok, hingga Tana Toraja. Such a great day. Keliling Indonesia dalam satu hari. Hihi...
![]() |
| atas kanan: kids di Jambi; kiri: boys dan karapan sapi di Madura bawah kiri: mba Jum dan Fia di Bali, tengah: ibu-ibu di Tana Toraja, kanan: Isa dan Adit di Jatim |
Istana Anak Indonesia
| penampakan istana dari bawah depan (by: me, VG140) |
Azan Maghrib pun berkumandang, di sepanjang perjalanan kembali ke anjungan Jogja, mobil-mobil dan kendaraan yang diparkir oleh penumpang yang akan melewatkan malam tahun barunya di TMII, mulai memenuhi jalan.
New Year's Eve
Kami masih di anjungan Jogja. Ketika diajak mba Jum makan malam, Icha ngga mau dan memilih mau tiduran di mobil saja. Tapi pada akhirnya, karena bosan Icha pun mengajak berjalan-jalan. Pendopo anjungan Jogja sudah dipenuhi pengunjung yang akan menyaksikan pertunjukan kethoprak. Kami melangkah ke arah barat menuju Jawa Tengah yang juga ramai oleh pengunjung yang menyaksikan pertunjukan semacam Pangkur Jenggleng di TVRI Jogja. Lalu kami pun bergerak ke arah selatan yang jalanannya juga tak kalah macetnya. Di sana, tampak ada sebuah danau yang memantulkan lampu-lampu dari bangunan Museum Air Tawar. Cantik. Seperti berada di salah satu scene drama korea (ahaha). Aku merogoh tas untuk mengambil kamera, dan ah... ternyata tertinggal di mobil. Lalu aku ambil kantong hape ku, dan yah yah... low bat. Perfecto...
Di persimpangan kami menemukan tempat makan ayam goreng tepung cepat saji, Icha pun mengajak berhenti. Dan ternyata lokasinya persis di belakang anjungan jogja. Di sanalah kami duduk. Sambil menunggu Icha menghabiskan makanannya, melihat banyaknya orang yang bersliweran menunggu detik pergantian tahun, aku jadi bertanya-tanya dalam hati. Saya hampir ngga pernah menyengajakan diri keluar untuk menunggu datangnya tahun baru, tapi mengapa kali ini saya ada di sini? Ah, tentusaja karena ini adalah sebuah kebetulan, kesempatan untuk jalan-jalan datangnya bertepatan dengan tahun baru. Itu saja.
Selesai makan kami berjalan menuju ke Museum Air Tawar yang memantulkan lampu cantik di danau tadi. Sampai di sana tentusaja sudah tutup. Lalu kami menuju ke tepian danau di depan Museum Keprajuritan Indonesia. Dan setelah beberapa saat kami pun kembali dan berjalan mengikuti kehendak kaki kami. Kami melewati komplek tempat ibadah di TMII, mulai dari Wihara Budha Arya Dwipa Arama, Pura Hindu Dharma Penataran Agung Kertabhumi, Gereja Protestan Haleluya, Gereja Katholik Santa Catharina, Masjid Pangeran Diponegoro, Kelenteng Kong Miao (bagus banget, berasa di China), Teater Imax Keong Emas, dan tahu-tahu kami sampai di Monumen Tugu Api Pancasila yang penuh sesak pengunjung. (Ah... Sayangnya kamera tertinggal di mobil).
Kami sempat bingung arah jalan kembali ke mobil. Untung ada denah lokasi yang akhirnya membawa kami melewati jalan yang tadi siang kami lalui. Sebenarnya ingin mengambil jalan lain yang belum pernah kami lalui, tapi ... susah sekali menyeberangnya. Jalannya dipenuhi kendaraan. Akhirnya kami melewati anjungan Jawa Barat yang ramai oleh pertunjukan Jaipong. Dan segera kembali ke 'Jogja' dan menikmati pertunjukan Kethoprak di bawah rinai gerimis yang romantis.
Tak lama kemudian terdengar kembang api mulai dinyalakan. Semua orang bergegas menuju ke tepian danau miniatur pulau, tempat dinyalakannya kembang api. Semoga tahun 2013 menjadi tahun yang lebih bermakna. Amin. Kami pun kembali ke mobil dan bergabung dengan kemacetan untuk kembali ke penginapan.
Note:
Sampai di penginapan, ngecharge dan buka hape, dan baru tahu ternyata di Jogja hujan deras. Dan sekilas di tivi, Pasha Ungu dan Charlie Setia Band bernyanyi dengan baju yang basah kuyup. Ternyata di Ancol dan bundaran HI hujan turun deras. Sementara di TMII tadi hanya rintik-rintik. Seperti... pilihan yang tepat bukan?
bersambung ke posting berikutnya










