Sehabis ashar aku dan Icha sudah siap, tinggal menanti sms
kapan kami harus ke jalan besar menunggu mobil sewaan menjemput kami di sana.
Beberapa jam berlalu belum ada kabar juga. Hingga akhirnya ada kabar dari mba Jum bahwa
ternyata, drivernya yang orang Jakarta salah mengira rumah pak Parmono di Jalan Wonosari adalah Wonosari. Sehabis Isya, mobil-yang-tadi-sampai-di-Wonosari, akhirnya tiba. Dan siap membawa kami bersebelas (aku - Icha, mba Jum dan Pak Parmono
beserta keluarga masing-masing) menuju Jakarta. Dan here we go...
Bismillahirrahmanirrahim.
Pak Jun dan Adit di samping driver; Pak Parmono, Bu Nur dan
Lana di belakangnya; Icha di tengah bersama Fia dan Anggra; di paling belakang
ada aku, Isa dan mba Jum. Mobil yang nyaman. Aku pun tertidur dengan pulas di
dalamnya. (Haha, padahal di dalam angkot menuju Depok pun aku bisa tidur).
Perjalanan yang mengambil rute melalui Subang kami lalui dengan sangat lancar.
Dan sekitar jam 10an kami sampai di mess tempat kami menginap.
![]() |
| full team di depan penginapan (by: pak asep; nikon d3000) |
SEA WORLD
Kami masuk Sea World tepat beberapa
menit ketika acara shark feeding dimulai. Area di depan kolam ikan hiu sudah
penuh dengan pengunjung yang ingin menyaksikannya. Kami pun berpencar. Dan aku ada di barisan
belakang.
![]() |
| Shark Feeding Show di SharkQuarium (by: me; GT-S5670) |
![]() |
| Icha di main tank Seaworld (by: me, GT-S5670) |
![]() |
| Icha dan efek lampu ultraviolet (by: me, GT-S5670) |
![]() |
| Icha, me, mba J, dan Isa (taken by: pak Jun, VG-140, edit by: me) |
PANTAI KARNAVAL
Dari Sea World menuju ke pantai jalannya ramai sekali, antri...
Kalau pantai di Jogja sekelilingnya adalah alam, yang ini... gedung apartemen.
Beda ya? Hihi...
Kami kembali berpencar. Aku dan Icha langsung menuju ke
jembatan kayu. Cantiknya... ini kayaknya tempat yang sering dipakai syuting di
FTV-FTV itu yah? Dan lagi-lagi disorientasi, masa matahari terbenam di timur,
hehe.
Aku dan Icha mengelilingi jembatan itu, melewati restoran Le Bridge
dan menuju ke daratan beli minuman dan snack dan kembali ke tempat semula. Tapi
yang lain kok ngga nampak? Ya sudah, aku dan nisa duduk di tepian pantai sembari
menunggu. Ternyata mereka sudah berada di dekat parkir mobil. Aku dan Icha pun
menuju ke sana, dan menuju mushola untuk sholat Maghrib karena azan sudah
berhenti membahana. Awalnya kami berencana untuk pulang ke mess saja. Tapi pak Asep, driver kami mengajak kami ke Monas.
| Sunset, Le Bridge, dan Icha (by: me, VG-140) |
Monas
![]() |
| Purple Monas (by: me; GT-S5670) |
Banyak sekali pedagang kaki lima di pelatarannya. Dan sayang sekali kanan
kirinya kotor. Setelah puas melihat monas yang berwarna silih berganti,
aku dan Icha hendak kembali, namun ternyata pak Parmono dan keluarga duduk di
taman di pinggir pagar Monas. Aku dan Icha pun ikut duduk di sana. Dan kembali
berpisah ketika Bu Nur akan membeli kerak telor, sementara Icha ngga suka kerak
telor.
Ketika aku dan Icha kembali, mba Jum dan keluarga sudah ada
di sana menunggui Isa yang sedang asyik bermain dengan mainan yang baru
dibelinya. Dan ketika Adit dan Lana datang dengan layang-layang di tangannya,
Isa pun beralih ingin bermain layang-layang bersama Anggra.
Keluar dari Monas, Pak Asep melajukan mobil mengelilingi
Jakarta, sembari menunjukkan tempat-tempat dan bangunan-bangunan terkenal di
kanan kiri jalan yang kami lalui. Hoahm... selalu begitu setiap aku bertemu dengan
kursiku, tiba-tiba saja mata memberat dan tahu-tahu sudah tiba di depan penginapan.
Note:
Menurut cerita mba J, saat aku terlelap, pak Asep membawa mobil kami mengitari jalanan di Jakarta, dan menunjukkan tempat-tempat penting dan terkenal di sana. Hehe.. sayangnya tinggal mba J yang terjaga.
bersambung di posting selanjutnya
Note:
Menurut cerita mba J, saat aku terlelap, pak Asep membawa mobil kami mengitari jalanan di Jakarta, dan menunjukkan tempat-tempat penting dan terkenal di sana. Hehe.. sayangnya tinggal mba J yang terjaga.
bersambung di posting selanjutnya







No comments:
Post a Comment