Saturday, February 9, 2013

Liburan Kok Ke Jakarta?

Haha... Itu kalimat yang terlontar ketika saya menjawab pertanyaan tentang rencana liburan pada long wiken akhir tahun kemarin. Tapi apapun komentarnya, perjalanan ke barat itu akhirnya terlaksana pada 29-31 Desember 2012, seperti yang direncanakan. 

Sehabis ashar aku dan Icha sudah siap, tinggal menanti sms kapan kami harus ke jalan besar menunggu mobil sewaan menjemput kami di sana. Beberapa jam berlalu belum ada kabar juga. Hingga akhirnya ada kabar dari mba Jum bahwa ternyata, drivernya yang orang Jakarta salah mengira rumah pak Parmono di Jalan Wonosari adalah Wonosari. Sehabis Isya, mobil-yang-tadi-sampai-di-Wonosari, akhirnya tiba. Dan siap membawa kami bersebelas (aku - Icha, mba Jum dan Pak Parmono beserta keluarga masing-masing) menuju Jakarta. Dan here we go... Bismillahirrahmanirrahim.

Pak Jun dan Adit di samping driver; Pak Parmono, Bu Nur dan Lana di belakangnya; Icha di tengah bersama Fia dan Anggra; di paling belakang ada aku, Isa dan mba Jum. Mobil yang nyaman. Aku pun tertidur dengan pulas di dalamnya. (Haha, padahal di dalam angkot menuju Depok pun aku bisa tidur). Perjalanan yang mengambil rute melalui Subang kami lalui dengan sangat lancar. Dan sekitar jam 10an kami sampai di mess tempat kami menginap.
full team di depan penginapan (by: pak asep; nikon d3000)
Seusai mandi dan bersiap-siap, kami pun segera melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi pertama yaitu Taman Impian Jaya Ancol. Tujuan pertama kami adalah Sea world. Rame banget di sana. Selain long wiken di akhir tahun, anak-anak sekolah kan juga sedang libur semester.

SEA WORLD
Kami masuk Sea World tepat beberapa menit ketika acara shark feeding dimulai. Area di depan kolam ikan hiu sudah penuh dengan pengunjung yang ingin menyaksikannya. Kami pun berpencar. Dan aku ada di barisan belakang. 
Shark Feeding Show di SharkQuarium (by: me; GT-S5670)
Setelah bermain di Touch Pool, aku dan Icha segera antri di depan akuarium utama/main tank. Dan tibalah giliran kami untuk  masuk. Subhanallah ... Kehidupan bawah laut yang sebenarnya pasti lebih cantik dari ini.  Jadi pengen diving atau snorkeling, tapi ah... bahkan latihan renang pun belum menunjukkan hasilnya. Hehe. 


Icha di main tank Seaworld (by: me, GT-S5670)
 Keluar dari main tank aku dan Icha ke museum, lalu ke library di lantai dua. Menuju tangga turun, ada lampu ultraviolet yang membuat bajumu yang berwarna putih atau debu-debu putih kecil yang menempel di bajumu jadi terlihat bersinar. Hihi.
Icha dan efek lampu ultraviolet (by: me, GT-S5670)
Ngga banyak foto di dalam, karena kameraku ngga begitu bagus untuk indoor. Lalu aku dan Icha memutuskan untuk keluar. Ada sisa-sisa gerimis di sana. Aku dan Icha menuju tenda untuk beli minuman sambil menunggu yang lain datang. Mba Jum dan keluarganya datang keluar persis ketika aku dan Icha  kembali dari mushola. Sambil menunggu keluarga pak Parmono, foto dulu yuk.
Icha, me, mba J, dan Isa (taken by: pak Jun, VG-140, edit by: me)

PANTAI KARNAVAL
Dari Sea World menuju ke pantai jalannya ramai sekali, antri... Kalau pantai di Jogja sekelilingnya adalah alam, yang ini... gedung apartemen. Beda ya? Hihi...
Jelang Sunset (by: me; GT-S5670)
Kami kembali berpencar. Aku dan Icha langsung menuju ke jembatan kayu. Cantiknya... ini kayaknya tempat yang sering dipakai syuting di FTV-FTV itu yah? Dan lagi-lagi disorientasi, masa matahari terbenam di timur, hehe.


Sunset, Le Bridge, dan Icha (by: me, VG-140)
Aku dan Icha mengelilingi jembatan itu, melewati restoran Le Bridge dan menuju ke daratan beli minuman dan snack dan kembali ke tempat semula. Tapi yang lain kok ngga nampak? Ya sudah, aku dan nisa duduk di tepian pantai sembari menunggu. Ternyata mereka sudah berada di dekat parkir mobil. Aku dan Icha pun menuju ke sana, dan menuju mushola untuk sholat Maghrib karena azan sudah berhenti membahana. Awalnya kami berencana untuk pulang ke mess saja. Tapi pak Asep, driver kami mengajak kami ke Monas. 

Monas
Purple Monas (by: me; GT-S5670)
Azan Isya sudah berkumandang ketika kami meninggalkan Ancol. “Ah, mestinya tadi mampir ke Istiqlal untuk shalat Isya”, ucap mba Jum beberapa saat setelah melewati Istiqlal menuju Monas (iya, ya?). Hari sudah malam dan tentusaja Monas sudah tutup, jadi kami ngga bisa naik dan hanya menikmati puncak emasnya dan lampu di badannya dari bawah, di sekeliling pagar yang mengelilinginya. Dan lagi-lagi kamera ku ngga maksimal mengambil gambar untuk scene malam hari, malah mending hasil jepretan HP.

Banyak sekali pedagang kaki lima di pelatarannya. Dan sayang sekali kanan kirinya kotor. Setelah puas melihat monas yang berwarna silih berganti, aku dan Icha hendak kembali, namun ternyata pak Parmono dan keluarga duduk di taman di pinggir pagar Monas. Aku dan Icha pun ikut duduk di sana. Dan kembali berpisah ketika Bu Nur akan membeli kerak telor, sementara Icha ngga suka kerak telor.

Ketika aku dan Icha kembali, mba Jum dan keluarga sudah ada di sana menunggui Isa yang sedang asyik bermain dengan mainan yang baru dibelinya. Dan ketika Adit dan Lana datang dengan layang-layang di tangannya, Isa pun beralih ingin bermain layang-layang bersama Anggra.

Keluar dari Monas, Pak Asep melajukan mobil mengelilingi Jakarta, sembari menunjukkan tempat-tempat dan bangunan-bangunan terkenal di kanan kiri jalan yang kami lalui. Hoahm... selalu begitu setiap aku bertemu dengan kursiku, tiba-tiba saja mata memberat dan tahu-tahu sudah tiba di depan penginapan.

Note:
Menurut cerita mba J, saat aku terlelap, pak Asep membawa mobil kami mengitari jalanan di Jakarta, dan menunjukkan tempat-tempat penting dan terkenal di sana. Hehe.. sayangnya tinggal mba J yang terjaga.

bersambung di posting selanjutnya

No comments:

Post a Comment

Nine Years Later ...

Sembilan tahun berlalu sejak terakhir kali meng- update blog ini. Entah kenapa tiba-tiba hari ini ingin membuka kembali halaman ini. Belum a...