Showing posts with label take a look around. Show all posts
Showing posts with label take a look around. Show all posts

Sunday, November 18, 2012

It's Gonna Rain


Musim penghujan akhirnya tiba. Beberapa kali, hujan telah sudi mampir membasahi tanah dan bebatuan kering yang menantikan kehadirannya. Suka sekali baunya. Aku menyebutnya bau hujan. Mencium baunya, membuat perasaan tiba-tiba saja menghangat. Seperti teringat kenangan lama, yang tak tergambar itu apa, namun membuat kita merindukannya. Mungkin seperti itu pula perasaan tanah kering ketika akhirnya bertemu hujan. Ah, hujan memang membuat melow dan galau, tapi relaxing, inspiratif dan romantis. Ya, aku suka hujan, just the way it is.

Tentang Bau Hujan

Setelah mencari-cari di internet tentang bau hujan (scent of rain atau smell of rain), baru tahu kalau ia disebut petrichor.

Petrichor adalah bau hujan yang membasahi tanah kering. Kata tersebut berasal dari Bahasa Yunani petra (batu) dan ichor (cairan yang mengalir pada pembuluh darah para dewa dalam mitologi Yunani). Istilah tersebut diperkenalkan pada tahun 1964 oleh dua orang peneliti Australia (I.J. Bear dan R.G. Thomas) di sebuah artikel pada jurnal Nature.

Darimanakah asalnya bau hujan ini? Berawal dari minyak yang diteteskan oleh tanaman selama musim kering, kemudian diserap oleh lumpur pada tanah dan bebatuan. Pada saat hujan turun, minyak tersebut menguap ke udara bersama dengan senyawa lain yaitu geosmin. Geosmin adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh bakteri  pada tanah basah. Geosmin dilepaskan ketika mikroba mati. Pada saat  turun hujan, geosmin terangkat ke udara menjadi aerosol partikel geosmin dalam udara. Keduanya bersama-sama mencipta bau yang khas... bau hujan... petrichor.

Tak setiap hujan tiba, serta merta petrichor selalu ada. Ia muncul ketika hujan menyentuh tanah atau bebatuan kering. Dan ketika ia menyeruak di rongga hidung kita, ia seperti ingin menyampaikan pesan, bahwa semua sudah digariskan olehNya, tepat dan indah pada waktunya. Seperti tanah kering yang bertemu hujan, harapan selalu ada, bagi orang-orang yang bersabar.

Daftar Bacaan ---> 1, 2, 3, 4, 5

Thursday, November 8, 2012

Mengharap PetunjukMu

Alkisah, ada sebuah desa yang dilanda banjir. Seluruh warganya mulai menyelamatkan diri dan harta bendanya. Beberapa warga naik ke loteng dan atap rumahnya.

Saat banjir tak juga surut. Relawan dan tim SAR segera bergerak menyusur desa mengevakuasi warga yang masih di tempat.

Namun ada satu orang yang menolak ketika diberi pelampung oleh tim relawan.

"Saya sudah berdoa, tinggalkan saja saya, nanti Tuhan yang akan mengabulkan doa saya", kata orang itu.

Tak lama, datanglah tim SAR dengan kapal motornya hendak mengangkut orang tadi, tetapi lagi-lagi dia menolak dengan mengatakan hal yang sama.

Lambat laun banjir semakin tinggi dan menenggelamkan seluruh desa termasuk orang tersebut.

Kemudian diceritakan, orang yang tenggelam tadi melakukan protes kepada Tuhan. Kenapa Tuhan tidak menyelamatkannya yang sudah berdoa terus menerus kepadaNya.

"Aku sudah mengirimkan tim SAR dan relawan untuk memberikan pelampung dan kapal motornya untuk membawamu keluar dari desa untuk mengungsi, tetapi engkau menolaknya", jawab Tuhan.

***

Saya lupa, saya mendengar kisah itu dari radio mana atau ustaz atau motivator siapa atau membacanya di majalah yang mana, atau tulisannya siapa. Tapi kisahnya cukup ...jleb jleb.

Seringkali kita merasa bahwa kita sudah bersungguh-sungguh berdoa namun Allah seperti tak hendak bersegera mengabulkan apa yang kita harapkan.

Padahal bisa jadi Dia telah memberikan jawaban atas doa-doa kita namun kita tidak mampu membacanya. Atau bahkan mungkin kita mengabaikannya karena tak menyadari bahwa doa kita telah dijawabNya.

Ya Allah, berilah aku petunjukMu. Dan ajarilah aku membacanya.

Sunday, September 2, 2012

Ramadhan Ketigapuluh

Foto :  http://gg-justshare.blogspot.com/2012/07/hikmah-tarawih.html

Dan Ramadhan ketigapuluh pun beranjak pergi. Kali ini pun masih bukan Ramadhan terbaik yang pernah terlalui. Sebulan sudah terlewati, merangkum kenangan indah di bulan suci, yang membawa segenggam semangat untuk esok hari.

***
Kaki-kaki mungil yang melangkah dan berlari di sepanjang shaf, ketika tarawih mulai didirikan, mengingatkan perasaan seperti berjalan kaki di sepanjang jalan teduh yang ditumbuhi pepohonan yang rapat dan tinggi.

Remaja yang bersemangat karena  bertemu yang dicari.  Sahabat untuk berbagi, seorang yang menarik hati, hingga mereka mulai menemukan cinta yang hakiki.

Ibu-ibu yang berusaha keras untuk khusyuk dalam shalatnya, saat anak kecilnya yang berlarian menimbulkan kegaduhan. Namun pada akhirnya hanya bisa membisikkan nasihat karena tiba-tiba saja mereka telah duduk manis di sampingnya ketika imam hampir mengucapkan salam. Atau pada menit yang lain, menoleh pada anak yang tertidur di sampingnya, melihatnya dengan penuh cinta pada jeda tarawih berikutnya. Dan ...

Simbah-simbah renta terhuyung menahan kantuk saat ruku’, berbalut mukena dan beralas sajadah yang terlihat seumuran dengan usianya. Bukan tentang keterbatasan, tapi tentang kesederhanaan, kesetiaan, kecintaan dan keistiqomahan atas sesuatu yang dimilikinya dan diyakininya.
***

Dan pada akhirnya, terlantun doa semoga tahun depan kembali di pertemukan dengannya. Amin

Sunday, September 25, 2011

Sepenggal Cerita

"Anak saya tiga, jadi pegawai dan pulisi di DKI, cucu saya sembilan kuliah semua. Saya tinggal berdua dengan suami saya di rumah. "

"Tadi siang, setelah selesai menyantap makan siang yang sudah saya siapkan di meja, suami saya membawa piring kotornya ke sumur, tidak berapa lama kemudian saya seperti mendengar suara terjatuh, saya pun lari keluar dan mendapati suami saya roboh tak bergerak di dekat sumur. Saya yang panik mulai berteriak dan tetangga pun berdatangan. Suami saya pun dibawa ke Puskesmas Temon. Tapi oleh pak dokter dirujuk ke RSUD Wates. "


"Sampai sekarang saya belum tandatangan surat-surat. Ngga berani. Tadi saya sudah telpon anak saya. Tapi baru bisa pulang besok. Untungnya saya punya banyak tetangga yang baik dan perhatian."

"Stroke, diagnosis awalnya. Tapi, suami saya baru besok bisa discan di rumahsakit jogja. Padahal bapakne kemarin-kemarin sampai tadi pagi ngga apa -apa. Sehat. "

"Manusia itu tugasnya berdoa dan ikhtiar... nanti biar gusti Allah yang memberi kesembuhan buat suami saya dan simbah kakungmu ya nduk?", katanya menutup kisahnya sembari menyeka titik air di sudut matanya.

(Sepenggal percakapan pada suatu malam di ruang tunggu pasien mini unit stroke rsud wates).

Friday, July 1, 2011

Kumbokarno Dan Seekor Anjing

Pengen menceritakan kisah yang disampaikan dalam sebuah majelis. Sayang sekali nama ustadz dari Temanggung ini tak terekam di ingatan.

--Kumbokarna--

Alkisah, pada suatu ketika setelah Dewi Shinta diculik Rahwana, Prabu Rama mengutus Anoman untuk ‘menjemput’ Dewi Shinta. Namun, si penculik alias Rahwana murka dan berkelahi dengan Anoman. Sarpakenaka yang melihat pertempuran itu pun segera membangunkan Kumbokarno adik Rahwana, seorang raksasa buruk rupa dan memiliki hobi tidur, agar membantu sang kakak. Akan tetapi Kumbokarno tak mau dan tetap melanjutkan tidurnya karena sudah sangat mengenal tabiat Rahwana yang bengis. Kemudian Sarpakenaka yang penasaran kembali ke medan pertempuran. Dan betapa terkejutnya ketika dia mendapati Anoman telah memporakporandakan Ngalengkadiraja. Melihat hal itu, Sarpakenaka kembali membangunkan Kumbokarno, dan mengatakan bahwa Anoman telah meluluhlantakkan seluruh Ngalengkadiraja. Mendengar ada yang berusaha menghancurkan negeri yang dicintainya, Kumbokarno segera bergegas ke medan laga mempertahankan Ngalengkadiraja.

--Seekor Anjing--

Betapa Allah menciptakan makhluk dengan segala hal yang bisa diteladani sifatnya. Bahkan dari seekor anjing, yang biasanya dijauhi karena ketakutan digigit, apalagi yang terkena rabies, dan air liurnya yang merupakan najis berat, yang jika terkena harus dibasuh tujuh kali dan salahsatunya dengan tanah. Tahukah anda, binatang apa yang dijamin masuk surga? Dialah anjingnya ashabul kahfi. Dan tiga keteladanan yang bisa kita tiru dari seekor anjing, pertama adalah ketaatan atau kesetiaannya pada tuannya. Hmm... jadi ingat kisahnya Hachiko yang mengharukan itu... Kedua, qanaah atau nerimo... seringkali anjing hanya mendapatkan makanan sisa dari tuannya, namun tak pernah mengurangi kesetiaannya pada sang tuan. Ketiga, jujur... contohnya anjing pelacak yang mengendus jejak pelaku kejahatan, jika dia telah menemukannya pasti dia tak akan melepaskannya.

Pesan moral yang ingin disampaikan pak ustadz melalui kedua cerita di atas adalah seburuk apapun rupa makhluk yang diciptakanNya selalu ada kelebihan yang bisa membuat kita berkaca dan tak selayaknya pula seseorang dibenci hanya karena penampilan luarnya atau kekurangannya. Semoga kita senantiasa diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik dalam segala hal. Amin.

Tuesday, February 15, 2011

Lima Hari Kerja

Awal bulan ini tempat kerjaku menerapkan lima hari kerja. Hari Sabtu dan Minggu adalah hari libur. Banyak diantara rekan kerjaku yang kelihatannya tak terlalu setuju dengan penerapan ini, karena jam pulang menjadi lebih sore dari biasanya. Padahal, kalau diingat-ingat, pas masih enam hari kerja dulu pun biasanya juga pulang sekitar jam empat bahkan terkadang lebih. Dan itu dilakukan dengan sukarela tanpa paksaan dan tanpa pamrih. Mengapa sekarang jadi merasa berat? Karena dipaksa, mungkin itu jawabannya.

Suatu hari, di English Class with Miss Vivin, diskusi kami mengambil tema five workdays. Diantara lima partisipan, aku dan seorang teman saat itu disagree. Alasannya adalah pulang jam empat akan menjadi hari yang sangat panjang saat berada pada low season. Dan, sepertinya hal itu cenderung akan memberi kesempatan untuk memanfaatkannya dengan cara-cara yang kurang tepat. Kalau bagi saya pribadi, saat pulang jam dua siang atau maksimal jam tiga, itu berarti saya masih punya waktu yang cukup untuk mampir ke suatu tempat sebelum pulang ke rumah dan tidak kemalaman di jalan. Namun ketika jam pulang menjadi lebih sore, maka waktu mampir-mampir pun menjadi berkurang (hehe… alasan yang aneh).

Sementara di pihak yang setuju mengungkapkan segi positif yang diantaranya adalah menghemat listrik (terutama penggunaan AC) dan internet, memacu pegawai untuk lebih efektif dan efisien dalam bekerja karena yang biasanya bisa dikerjakan dalam 6 hari harus bisa diselesaikan dalam 5 hari saja (meskipun sebenarnya jumlah jamnya tetap yaitu 37,5 jam per minggu). Seorang teman yang lain menyatakan bahwa ketika berada pada high season, dia selalu pulang paling cepat jam lima, bahkan pada hari Sabtu sekalipun. Jadi dia berharap, dengan lima hari kerja, meskipun dia pulang jam lima atau lebih, masih akan ada satu ekstra hari libur untuknya. Bisa ditambahkan lagi, segi positifnya bagi pekerja yang menjalani long distance relationship, dengan dua libur weekend bisa dimanfaatkan untuk menambah quality time bersama keluarganya.

Dan sekarang, setelah lima hari kerja betul-betul diterapkan, jujur saja, saya berpindah ke tim affirmative. Memang benar, terkadang jam empat terasa begitu lama. Namun hal itu semoga memotivasi saya untuk tak membiarkan waktu lewat begitu saja. Dan bagian yang paling menyenangkan adalah …. dua hari libur yang menunggu di akhir minggu.

Friday, July 2, 2010

LATE AT NIGHT

Setiap langkah dalam perjalanan hidup manusia adalah sebuah pencarian. Mulai dari lahir hingga tutup usia, manusia akan selalu terus mencari dan mencari. Seseorang bisa saja mencari banyak hal secara bersamaan meskipun terkadang tak seberuntung yang lain yang mendapatkan beberapa hal secara bersamaan.

Teringat masa-masa lulus kuliah dulu. Termasuk yang terlambat padahal ipeka selalu bagus di setiap semester. Setelah itu masih sempat nganggur selama enam bulan. Bukan pasrah begitu saja tetapi terus menerus mencari informasi dan melamar kesana kemari, dari perusahaan kecil hingga besar, baik yang negeri maupun yang swasta. Ketika akhirnya ada yang menerima lamaranku, dengan pertimbangan mencari pengalaman maka tanpa ragu kuterimalah tawaran itu dan mulailah aku bekerja di situ. Namun, sifat dasar manusia yang tak pernah puas rupanya juga ada pada diriku. Hingga hampir setahun berlalu, aku pikir aku ingin menjadi pegawai negeri sehingga akhirnya aku memutuskan berhenti. Namun, ternyata tahun itu keberuntungan belum berpihak kepadaku. Dan rasanya kalau kembali menjadi pengangguran bisa-bisa otakku menjadi karatan, maka kembalilah aku mencari pekerjaan sembari menunggu rekrutmen pegawai negeri di tahun depan. Dan,alhamdulillah, tak perlu menunggu lama akhirnya aku kembali diterima bekerja di swasta. Kadang berat terasa namun sebenarnya menyenangkan berada di sana. Maka saat akhirnya tiba yang kutunggu, dan keberuntungan berpihak padaku, maka aku harus berkata selamat tinggal untuk semua. Dan di sinilah aku, di tempat yang baru yang kucari selama beberapa tahun terakhir ini.

Dan saat satu hal telah ditemukan, maka itulah saatnya melanjutkan pencarian hal berikutnya. Namun buat yang berpikiran sama seperti Riri yang –malu mengakui kalo sebenarnya udah pengen N, untung kemaren gak jadi P, pengennya sih T aja....biar bisa langsung N-, tampaknya pemikiran “kita terima saja yang di depan mata sambil mencari pengalaman, sembari menunggu kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik” tak bisa diterapkan. Karena di pencarian berikutnya, saat telah kamu putuskan untuk menerima, maka harus itulah yang terbaik. So? Kata Rachmaopen your heart, open your mind, and open your EYES…

Friday, July 11, 2008

DWYL or LWYD

Postingan yang ini pernah dengar wise words for business di Bimasakti FM (Kebumen). Tapi lupa siap narasumbernya.
Jika seseorang ingin sukses dalam karir/bisnisnya maka hal paling mendasar yang bisa dan harus dilakukannya adalah melakukan pekerjaan yang benar-benar disukainya karena dengan begitu dia tak akan merasa terbebani dan inspirasi pun dengan mudah mengalir.
Namun adakalanya anda tidak seberuntung orang lain. Dan saat anda tidak bisa memilih untuk mengerjakan yang anda cintai, yang bisa dilakukan adalah mencoba... mencintai pekerjaan yang telah memilih anda.
(Dan kemudian pertanyaannya adalah ... sudahkah aku mencintai pekerjaanku?)

Wednesday, April 2, 2008

Kerja dan Motivasi

Tulisan berikut ini sebagian kudengar dari acara syawalan 1428 H di tempat kerjaku tahun lalu. Tapi ... berhubung ngga terekam dengan lengkap, maka sebagiannya adalah hasil improvisasi. Temanya adalah tentang motivasi seseorang dalam bekerja. Apa saja? Baca yuk...

1. STATUS (bukan pengangguran)
orang yang bekerja dengan motivasi ini, cenderung susah untuk dimotivasi. Karena baginya yang terpenting adalah dia memiliki status 'bekerja' di lingkungannya. Bahkan bisa jadi iming-iming gaji yang besar pun ngga cukup untuk menggugah semangatnya untuk bekerja lebih baik.
2. GAJI (materi)
orang yang bekerja dengan motivasi ini,hanya bisa bekerja dengan lebih baik manakala dia mendapatkan materi yang lebih. Bahkan ada juga yang tidak mempedulikan kualitas kerjanya, pokoknya asalkan dia mendapatkan uang saja itu sudah lebih dari cukup.
3. POSISI (jabatan)
orang yang bekerja dengan motivasi ini, cenderung menghalalkan segala cara untuk meraih posisi tertinggi yang sangat diinginkannya. Bahkan cara yang paling ngga baik sekalipun akan digunakannya. Meskipun banyak juga yang masih memperhatikan moralitas untuk mencapainya.
4. AKTUALISASI DIRI
Nah! orang-orang yang bekerja dengan motivasi ini, bahkan ngga perlu dorongan dari luar untuk selalu memperbarui kinerjanya, dalam setiap harinya dia akan selalu berinovasi secara kreatif untuk memuaskan dirinya.
Dan ... kira-kira aku berada di mana, yo? Hiks!!

Friday, February 1, 2008

Sehat Sebelum Sakit, Hidup Sebelum Mati

Demi Masa ... ; Sesungguhnya manusia kerugian; Melainkan yang beriman dan yang beramal shaleh.
Gunakan kesempatan yang masih diberi. Semoga kita takkan menyesal.
Ingat Lima perkara sebelum lima perkara:
sehat sebelum sakit; muda sebelum tua; kaya sebelum miskin; lapang sebelum sempit; hidup sebelum mati
(Demi Masa - Raihan)


- SATU -
Pagi itu (ahad, 6 Januari 2008), aku, ibu, mbah kung, bulik, paklik, om dan sepupu2 berdesak-desakan di APV merah menuju Cilacap, silaturahim ke rumah Mbah Budi (adiknya mbah kung). Aku terakhir kali ke sana, pas masih SD (lama banget ya?), dan mbah Budi pun dah lama ngga ke Sentolo City. Komunikasi hanya via telepon.

Ingatanku tentang beliau ... seorang yang perfeksionis (kalau mbah ke rumahmu dan menemukan sedikit debu,apalagi sarang laba-laba, siap-siap saja menerima kemarahannya) namun ... sangat perhatian/care (kalau ada keluarga yang datang ke rumahnya, orangtua atau anak-anak, pasti akan diperlakukan bak raja, diajak keliling kota, berwisata, menikmati kuliner. hehe).

Sekitar 4 jam kemudian, kami sampai di rumahnya yang sepi (beliau hanya tinggal dengan istri dan seorang pembantunya). Ketiga anaknya sudahmenikah dan punya rumah masing-masing di Bantul, Semarang dan Liverpool(Inggris).

Kondisi beliau saat ini sangat jauh dari ingatanku tentangnya. Mbah Budi tak merespon apapun yang kami ucapkan dan lakukan. Tak ada perhatian yang hangat apalagi teguran keras. Hanya ada seorang bertubuh sehat dengan tatapan mata yang kosong.

Kata mbah putri sambil berkaca-kaca, sudah 2 tahun ini mbah Budi divonis dokter menderita alzheimer

Kami hanya bisa berharap mbah budi diberikan yang terbaik, dan mbah putri diberikan kesabaran yang luar biasa.

-DUA-
Lima tahun yang lalu Tio mengalami kecelakaan yang membuat limpanya harus dioperasi. dan hasil operasi baru bisa dicek setelah lima tahun kemudian (itu berarti tahun ini). Dan selama lima tahun itu, Tio bukannya hanya harus hidup sehat, tetapi bahkan steril/higienis.

Petaka bermula saat pergantian tahun kemarin ini. (Tidak jelas apakah keinginannya sendiri, atau dipaksa teman-temannya,) Tio yang dulu memang dekat dengan alkohol namun sekarang harus hidup steril itu, kembali kemasukan alkohol. Sehingga Tio muntah-muntah tanpa bisa dihentikan. Dan teman-temannya yang tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi, membawa Tio ke puskesmas yang tidak memberikan penanganan segera. Sehingga saat akhirnya Tio dibawa ke RS. swasta, harus dibawa ke ruang isolasi. Awalnya Tio yang kuliah dan tinggal jauh dari ortunya, ngga mau keluarganya tahu dia di rumah sakit. Namun akhirnya buliknya yang tinggal sekota tahu juga, dan langsung ke rumah sakit dan mengabari ortu Tio. Saat buliknya datang, Tio masih bisa mengucapkan kata 'maaf' kepada buliknya. Namun, matanya yang terbuka lebar sudah tidak bisa melihat apa-apa.

Ibu Tio berkata kepada teman-teman Tio yang menjenguknya,
"Ibu tidak menyalahkan siapapun atas kejadian ini, tapi ibu berharap kejadian yang menimpa Tio ini menjadi pelajaran berharga buat kalian untuk menjauhi minuman atau zat apapun yang berbahaya dan menrugikan diri dan masa depan kalian. Ibu yakin kalian ngga mau kejadian yang sama menimpa kalian."

Dan di dunia ini, manusia bukan berduyun-duyun lahir ke dunia dan berduyun-duyun kembali pilang ... seperti dunia pasar malam. Seorang seorang mereka datang ... dan pergi. Dan yang belum pergi menunggu saat nyawanya terbang entah kemana. (Bukan Pasar Malam - Pramoedya Ananta Toer)


Ditulis berdasar penuturan Ibu Tio saat aku dan Ibu menjenguk Tio yang sedang koma di IGD, sehari sebelum Tio ... meninggal (9 Januari 2008). Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...

Saturday, May 26, 2007

NONTON SEKATEN

Sebenarnya ini cerita yang sudah ‘basi’. Tapi untuk meng-update blog yang lama ngga tersentuh ini, ngga apa-apa lah. Kisah ini terjadi saat saya mengantar ibu dan Nisa ke Yogya pada hari Rabu, 28 Maret 2007. Judulnya …. Nonton Sekaten.

Sekaten adalah salahsatu tradisi di kraton Yogyakarta untuk memperingati maulid nabi Muhammad SAW. Rangkaian acaranya adalah penabuhan seperangkat gamelan Kyai Gunturmadu dan Kyai Nagawilaga di halaman Masjid Gede Kauman, pasar malam di alun-alun utara, dan puncaknya adalah grebeg maulid. Pada saat itu Sri Sultan memakai pakaian adat jawa dan menyebarkan udhik-udhik (uang) dan dikeluarkannya gunungan yang melambangkan sedekah keraton kepada warganya.

Kata Ibu saya, dulu pada masa kecilnya, Sekaten adalah salahsatu acara tahunan yang sangat dinanti-nantikan kehadirannya. Bahkan terasa kurang afdhol kalau belum melihatnya. Biasanya di sekitar tetabuhan gamelan di halaman masjid gede, penuh sesak oleh orang-orang yang hanya ingin mendengarkan (sambil menyaksikan), atau sambil membeli sego gurih dan endhog abang untuk anaknya.

Siang itu ibu juga langsung mengajak saya dan adik saya ke tempat gamelan. Dan … disana sangat sepi. Hanya orang-orang tua yang duduk mengitari pagelaran. Lengang…

Tak lama kemudian datang ibu-ibu dan ketiga anaknya (yang masih kecil). Saya coba rangkum dialognya di sini.
Anak : “ Ibu! Ayo cepetan kita ke Sekaten….”
Ibu : “Lho! Yang namanya sekaten itu ya di sini, yang ada gamelannya!”
Anak : “ Yah! Ngga seru, ngga seru!!”
Aku tersenyum mendengarnya, soalnya belum lama berselang adik kecilku mengatakan hal yang serupa. Meskipun akhirnya adikku mau mengalah, dan membiarkan ibu bernostalgia dengan masa kecilnya. Dan sepertinya ketiga anak ibu itu juga melakukan hal yang sama.

Sebenarnya kenapa ya, sekaten menjadi sepi? Saya mencoba menebaknya dengan dua jawaban:
Pertama ... Meningkatnya pemahaman masyarakat (muslim) tentang Islam yang menjadikan mereka memperingati maulid nabi Muhammad SAW dengan cara yang lebih baik. Yaitu dengan menjadikannya idola yang sesungguhnya, panutan dalam menjalankan kehidupan.
Kedua ... Ketidakpedulian generasi sekarang. Atau jangan-jangan malah banyak pemuda (muslim) yang ngga tahu kapan nabi Muhammad dilahirkan? HikS!
Semoga tebakan pertama saya benar. Kalau yang benar ternyata yang kedua … pe-er kita masih banyak ya?

Kulon Progo, 12 Rabiulawal 1428H

Thursday, April 5, 2007

Angin Puting Beliung Mampir di Yogya

Sore itu (Ahad, 18 Februari 2007, jam 17.00 wib) aku dan dua adikku pulang dari rumah bulik di Jl. Gejayan. Sampai di Jl. Solo, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Kami pun berhenti untuk memakai jas hujan, lalu melanjutkan perjalanan. Sampai di depan sebuah toko aku melihat 2 orang (mbak dan mas) menunjuk langit di arah belakang (tenggara), kupikir ada pelangi atau apa, tapi sesampai di perempatan Galeria -yang tidak terhalang bangunan- di kejauhan arah selatan aku melihat ‘benda-benda beterbangan’ menuju ke arah barat. (Wah! Anginnya kenceng banget, pikirku)

Di perempatan Gramedia, kami memilih belok kiri (selatan) ke arah stadion Kridosono. Sampai depan kantor Telkom… Masya Allah! ‘Benda-benda beterbangan’ itu dekat sekali, berada di bagian timur Kridosono. Adikku yang masih SD jadi takut dan sangat khawatir, kami pun berbalik ke arah Gramedia lagi (ke utara), lalu belok kiri (ke barat/arah tugu) di tengah hujan yang semakin deras dan langit barat yang hitam.

Sampai di perempatan tugu, kami lihat langit di arah selatan (arah Malioboro) terlihat terang, kami pun memilih belok ke selatan. Sampai di dekat stasiun tugu, jalanan macet. Dan di arah timur (agak jauh), ‘benda-benda beterbangan’ itu seperti menuju ke arah barat (arah kami). Melihat itu banyak pengendara motor yang berbalik arah, kami pun memutuskan hal yang sama. Tapi sebelum pergi, kami –sekali lagi- melihat ke kejauhan arah timur, di antara ‘benda-benda beterbangan’ yang bergerak itu, terlihat seperti awan hitam yang berbentuk segitiga (atau mungkin kerucut dengan puncak di bawah).

Apakah sebenarnya yang terjadi? Kami menyimpan tanya itu hingga kami tiba di rumah.

HEADLINE NEWS METROTV JAM 19.00 WIB
“Angin puting beliung menerjang 3 kecamatan di kota Yogyakarta dan (sementara) menelan 20 orang korban, serta 260 rumah rusak …”

***
Belum genap setahun gempa tektonik melanda propinsi DI. Yogyakarta (bahkan masih ada warga di Bantul yang belum mulai membangun rumahnya kembali) Ahad, 18 Februari 2007, angin puting beliung pun mampir di kota Yogya, memporakporandakan rumah dan bangunan warga di beberapa kecamatan di kota Yogya. Korban jiwa pada musibah ini tidak sebanyak korban gempa, namun banyak warga mengalami kehilangan materi. Diantaranya, rumah yang rusak diterjang angin, maupun tertimpa pepohonan yang roboh.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta
(Al Ankabut (29): 2-3)

Bersumber dari Liputan 6 Siang SCTV dan Buletin Siang RCTI, ciri-ciri dari angin puting beliung antara lain adalah sebagai berikut:
1. Biasa terjadi pada musim pancaroba (peralihan musim)
2. Terjadi pada sore hari sekitar pukul 13.00 – 17.00
3. Pada hari-hari sebelumnya jarang terjadi hujan
4. Sehari sebelumnya udara terasa panas dan pengap
5. Pada pagi harinya cerah
6. Terlihat awan bergumpal yang menyerupai bunga kol
7. Terlihat awan hitam bergulung yang bergerak dengan cepat
8. Berkecepatan 175 km/jam dengan lebar 75 km

Akhirnya, semoga mereka yang mengalami musibah angin puting beliung ini (termasuk juga musibah-musibah yang lain) senantiasa sabar, tawakal, dan bertambahlah keimanannya kepada Allah SWT. Amin. Dan kita yang tak mengalaminya, harus senantiasa berdoa dan waspada, dan… tak ada alasan untuk tidak bersyukur, kan?

***

Nine Years Later ...

Sembilan tahun berlalu sejak terakhir kali meng- update blog ini. Entah kenapa tiba-tiba hari ini ingin membuka kembali halaman ini. Belum a...