Friday, July 1, 2011

Kumbokarno Dan Seekor Anjing

Pengen menceritakan kisah yang disampaikan dalam sebuah majelis. Sayang sekali nama ustadz dari Temanggung ini tak terekam di ingatan.

--Kumbokarna--

Alkisah, pada suatu ketika setelah Dewi Shinta diculik Rahwana, Prabu Rama mengutus Anoman untuk ‘menjemput’ Dewi Shinta. Namun, si penculik alias Rahwana murka dan berkelahi dengan Anoman. Sarpakenaka yang melihat pertempuran itu pun segera membangunkan Kumbokarno adik Rahwana, seorang raksasa buruk rupa dan memiliki hobi tidur, agar membantu sang kakak. Akan tetapi Kumbokarno tak mau dan tetap melanjutkan tidurnya karena sudah sangat mengenal tabiat Rahwana yang bengis. Kemudian Sarpakenaka yang penasaran kembali ke medan pertempuran. Dan betapa terkejutnya ketika dia mendapati Anoman telah memporakporandakan Ngalengkadiraja. Melihat hal itu, Sarpakenaka kembali membangunkan Kumbokarno, dan mengatakan bahwa Anoman telah meluluhlantakkan seluruh Ngalengkadiraja. Mendengar ada yang berusaha menghancurkan negeri yang dicintainya, Kumbokarno segera bergegas ke medan laga mempertahankan Ngalengkadiraja.

--Seekor Anjing--

Betapa Allah menciptakan makhluk dengan segala hal yang bisa diteladani sifatnya. Bahkan dari seekor anjing, yang biasanya dijauhi karena ketakutan digigit, apalagi yang terkena rabies, dan air liurnya yang merupakan najis berat, yang jika terkena harus dibasuh tujuh kali dan salahsatunya dengan tanah. Tahukah anda, binatang apa yang dijamin masuk surga? Dialah anjingnya ashabul kahfi. Dan tiga keteladanan yang bisa kita tiru dari seekor anjing, pertama adalah ketaatan atau kesetiaannya pada tuannya. Hmm... jadi ingat kisahnya Hachiko yang mengharukan itu... Kedua, qanaah atau nerimo... seringkali anjing hanya mendapatkan makanan sisa dari tuannya, namun tak pernah mengurangi kesetiaannya pada sang tuan. Ketiga, jujur... contohnya anjing pelacak yang mengendus jejak pelaku kejahatan, jika dia telah menemukannya pasti dia tak akan melepaskannya.

Pesan moral yang ingin disampaikan pak ustadz melalui kedua cerita di atas adalah seburuk apapun rupa makhluk yang diciptakanNya selalu ada kelebihan yang bisa membuat kita berkaca dan tak selayaknya pula seseorang dibenci hanya karena penampilan luarnya atau kekurangannya. Semoga kita senantiasa diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik dalam segala hal. Amin.

0 comments:

Post a Comment