Bersepeda, bukan hal yang baru bagiku. Sejak SD kelas 6, sepeda menjadi alat transportasi utamaku untuk pergi dan pulang ke sekolah. Tapi semenjak mengenal sepedamotor dan punya SIM, perlahan-lahan sepeda di rumah mulai beristirahat karena tak pernah disentuh.
Panjang sekali intronya, sebenarnya pengen cerita apa?
It’s started with a disposition untuk mengikuti peringatan hari lingkungan hidup yang diselenggarakan BLH Provinsi DIY yang terpusat di sepanjang jalan Mangkubumi. Dan salahsatu acaranya adalah fun bike. Dan aku yang sebenarnya sudah cukup lama ingin bersepeda mengitari kota Jogja, menerima surat tugas itu dengan senang hati *haha*. Tapi bagaimana caranya membawa sepeda dari Sentolo ke Jogja? Alhamdulillah, pak Mukti, my officemate, menawari untuk memakai sepedanya. Dan karena beliau tak hanya punya satu sepeda, Riri pun bisa meminjam dari beliau.
Pagi hari di tepi jalan aku menunggu Riri yang akan menjemput. Dan owh, dia baru datang jam setengah tujuh padahal kemaren rencana mau berangkat jam enam seperempat. Dan sekitar sejam kemudian kami sampai di rumah pak Mukti yang telah menyiapkan kedua sepedanya untuk dipinjam. Riri memilih sepeda yang lebih feminim karena dia memakai rok, sedangkan aku memakai sepeda yang satunya yang ada ’planthangan’ (duh, bahasa indonesianya apa ya?) di depannya. Dan perjalanan bersepeda pun dimulai.
Dari rumah pak Mukti di belakang TMP Kusumanegara, kami menempuh rute dari jalan di sebelah barat TMP ke arah Pasar Sentul, awalnya kami mau belok ke kanan tetapi lalulintas pagi itu sangat ramai dan kami yang tak berhasil menyeberang memutuskan untuk mengayuh terus dan berbelok kanan di eks bioskop permata dan lurus terus ke pasar lempuyangan terus berbelok ke kiri, menyeberang rel KA dan sampai di Kridosono dan belok kiri di Padmanaba melewati House of Raminten terus sampai di jalan Sudirman.
Menurut informasi, teman-teman kantor berkumpul di Bakesbanglinmas, tapi sesampainya di sana ternyata sudah sangat sepi. Dan kelihatannya kami datang terlambat. Dan benar saja ternyata acara sudah dimulai. Kami pun langsung masuk ke jalan Mangkubumi dan tanpa sengaja bertemu koordinator (mas Dhoby) dan mas Wachid, dan melaporkan kehadiran kami *halah*. Kami segera ke depan panggung di dekat PLN. Dan sudah banyak peserta fun bike yang sudah sampai di garis finish setelah menempuh rute Tugu ke barat – Jati Kencana ke kiri – Wirobrajan ke kiri – PKU ke kiri – Sarkem ke kanan dan nyeberang rel KA Stasiun Tugu ke jalan Mangkubumi.
Sambil menunggu teman yang belum kembali, kami duduk-duduk dan bertemu beberapa teman lainnya yang ternyata juga mengikuti acara ini. Akhirnya aku dan Riri ketemu rombongan kami, Dhoni, Ira, Etty dan mas Arfi (yang kemudian segera pergi). Kemudian kami berlima memutuskan untuk membeli soto di utara dekat tugu setelah sempat berfoto di depan spanduk car free day bersama Arum, Evy dan Indah yang sudah menyusul.
Setelah soto habis, kami pun berpisah untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Tapi... perjalanan pulang kali ini masih cukup panjang saudara. Dhoni yang sedari tadi nampaknya tergoda melihat sepeda bagus pak mukti yang kupakai, ditambah, ban sepeda miliknya yang tidak proper dengan berat badannya *haha* mengajak bertukar sepeda dan ikut mengembalikannya ke rumah pak mukti.
Dari tugu, aku, Riri dan Dhoni menuju ke selatan, melewati panggung hiburan di depan PLN yang sedang mengadakan pembagian doorprize, terus berhenti sesaat di tepian rel di stasiun tugu menantikan kereta Prameks yang lewat ke arah barat. Kemudian sampailah di jalan Malioboro yang mulai macet. Kami melintasi jalur tengah, bukan jalur lambat yang di sebelah barat. Lurus ... dan Riri request muter di alun-alun utara. Yuk... Kemudian ke timur, masuk ke jalan di sebelah selatan (calon) Gondomanan Square, dan melewati jalanan kampung hingga tiba di jembatan kali Code yang sempit, trus nanjak sebentar hingga ketemu jalan Tamansiswa. Ke kiri dan masuk ke timur lagi melewati jalanan kampung yang ternyata sedikit menurun, sehingga kami tidak perlu mengayuh sepeda kami. Terus, sampailah kami di kali Mambu (yang sebenarnya udah ganti nama, tapi saya lupa apa namanya). Apakah kemudian kami sudah sampai? Belum... kami menuju jalan Kusumanegara membeli Special Pudding. Setelahnya baru kami menuju rumah bapak Mukti untuk mengembalikan sepedanya sekitar jam setengah duabelas.
Pfiuh... hari yang menyenangkan bukan? Special thanks untuk pak Mukti atas pinjaman gratis sepedanya. Riri untuk tebengannya Sentolo-Jogja pp, dan Dhoni untuk blusukan-nya. Kapan lagi?
kalo pengen sepedaan lagi dipersilakan gabung di cintapitri gowes moment setiap sabtu pagi... btw dpt dorpres ga tuh? :)
ReplyDelete