Sunday, September 25, 2011

Sepenggal Cerita

"Anak saya tiga, jadi pegawai dan pulisi di DKI, cucu saya sembilan kuliah semua. Saya tinggal berdua dengan suami saya di rumah. "

"Tadi siang, setelah selesai menyantap makan siang yang sudah saya siapkan di meja, suami saya membawa piring kotornya ke sumur, tidak berapa lama kemudian saya seperti mendengar suara terjatuh, saya pun lari keluar dan mendapati suami saya roboh tak bergerak di dekat sumur. Saya yang panik mulai berteriak dan tetangga pun berdatangan. Suami saya pun dibawa ke Puskesmas Temon. Tapi oleh pak dokter dirujuk ke RSUD Wates. "


"Sampai sekarang saya belum tandatangan surat-surat. Ngga berani. Tadi saya sudah telpon anak saya. Tapi baru bisa pulang besok. Untungnya saya punya banyak tetangga yang baik dan perhatian."

"Stroke, diagnosis awalnya. Tapi, suami saya baru besok bisa discan di rumahsakit jogja. Padahal bapakne kemarin-kemarin sampai tadi pagi ngga apa -apa. Sehat. "

"Manusia itu tugasnya berdoa dan ikhtiar... nanti biar gusti Allah yang memberi kesembuhan buat suami saya dan simbah kakungmu ya nduk?", katanya menutup kisahnya sembari menyeka titik air di sudut matanya.

(Sepenggal percakapan pada suatu malam di ruang tunggu pasien mini unit stroke rsud wates).

No comments:

Post a Comment

Nine Years Later ...

Sembilan tahun berlalu sejak terakhir kali meng- update blog ini. Entah kenapa tiba-tiba hari ini ingin membuka kembali halaman ini. Belum a...