Friday, August 6, 2010
Wednesday, July 21, 2010
Nokia Recycle Program
Nokia, produsen ponsel terkemuka di dunia, mengajak masyarakat Indonesia untuk ikutserta dalam gerakan peduli lingkungan global. Nokia mengajak masyarakat untuk memiliki tanggung jawab pribadi untuk mendaur-ulang ponsel. Daur ulang sebuah ponsel bekas dapat mengurangi emisi gas karbondioksida sebesar 12.585 kg. Bayangkan jika pemakai ponsel (sekitar 3 milyar) di dunia mendaur ulang ponselnya, maka akan mengurangi kebutuhan bahan baku sebanyak 240.000 ton serta mengurangi gas rumah kaca yang setara dengan 4 juta kendaraan bermotor.
Program daur ulang ini telah dimulai sejak tahun 1997 di Swedia dan Inggris. Sejak itu, Nokia telah memiliki lebih dari 5000 titik penempatan box daur ulang ponsel dan aksesoris di 85 negara seluruh dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia, Nokia bekerjasama dengan TES-AMM (sebuah perusahaan daur ulang e-Waste) mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam program daur ulang e-Waste dengan memberikan ponsel dan aksesoris bekas mereka untuk didaur ulang.
“Sebuah ponsel dibuat dari berbagai bahan seperti plastik di case atau cover, dan juga berbagai elemen logam di peralatan elektronik seperti charger dan aksesoris yang dapat didaur ulang,” kata Bambang N Gyat, Technical Advisor TES-AMM. Lebih lanjut, Bambang menjelaskan mengenai elemen logam di sebuah ponsel dan aksesorisnya dapat didaur ulang menjadi bahan baku seperti logam besi, sementara elemen plastik dapat didaur ulang menjadi plastik palet. Sekitar 80% dari produk Nokia bisa didaur ulang. Di Indonesia, Nokia telah menyediakan box daur ulang di 91 Nokia Care Centre untuk memberikan kemudahan kepada konsumen untuk memberikan ponsel dan aksesoris yang sudah tidak terpakai untuk didaur ulang. Jika semua ponsel telah terkumpul, maka TES-AMM akan mengirimkannya ke pabrik di Singapura untuk didaur ulang. jika Anda peduli terhadap lingkungan ikuti program Nokia recycling campaign yang akan datang. Caranya mudah, bawa ponsel atau aksesoris bekas dan berikan box daur ulang di setiap Nokia care service point. Informasi lengkap di Nokia Care Centre terdekat.
Sumber: Status Lingkungan Hidup Indonesia 2009 - Kementrian Lingkungan Hidup
Program daur ulang ini telah dimulai sejak tahun 1997 di Swedia dan Inggris. Sejak itu, Nokia telah memiliki lebih dari 5000 titik penempatan box daur ulang ponsel dan aksesoris di 85 negara seluruh dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia, Nokia bekerjasama dengan TES-AMM (sebuah perusahaan daur ulang e-Waste) mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam program daur ulang e-Waste dengan memberikan ponsel dan aksesoris bekas mereka untuk didaur ulang.
“Sebuah ponsel dibuat dari berbagai bahan seperti plastik di case atau cover, dan juga berbagai elemen logam di peralatan elektronik seperti charger dan aksesoris yang dapat didaur ulang,” kata Bambang N Gyat, Technical Advisor TES-AMM. Lebih lanjut, Bambang menjelaskan mengenai elemen logam di sebuah ponsel dan aksesorisnya dapat didaur ulang menjadi bahan baku seperti logam besi, sementara elemen plastik dapat didaur ulang menjadi plastik palet. Sekitar 80% dari produk Nokia bisa didaur ulang. Di Indonesia, Nokia telah menyediakan box daur ulang di 91 Nokia Care Centre untuk memberikan kemudahan kepada konsumen untuk memberikan ponsel dan aksesoris yang sudah tidak terpakai untuk didaur ulang. Jika semua ponsel telah terkumpul, maka TES-AMM akan mengirimkannya ke pabrik di Singapura untuk didaur ulang. jika Anda peduli terhadap lingkungan ikuti program Nokia recycling campaign yang akan datang. Caranya mudah, bawa ponsel atau aksesoris bekas dan berikan box daur ulang di setiap Nokia care service point. Informasi lengkap di Nokia Care Centre terdekat.
Sumber: Status Lingkungan Hidup Indonesia 2009 - Kementrian Lingkungan Hidup
Friday, July 2, 2010
LATE AT NIGHT
Setiap langkah dalam perjalanan hidup manusia adalah sebuah pencarian. Mulai dari lahir hingga tutup usia, manusia akan selalu terus mencari dan mencari. Seseorang bisa saja mencari banyak hal secara bersamaan meskipun terkadang tak seberuntung yang lain yang mendapatkan beberapa hal secara bersamaan.
Teringat masa-masa lulus kuliah dulu. Termasuk yang terlambat padahal ipeka selalu bagus di setiap semester. Setelah itu masih sempat nganggur selama enam bulan. Bukan pasrah begitu saja tetapi terus menerus mencari informasi dan melamar kesana kemari, dari perusahaan kecil hingga besar, baik yang negeri maupun yang swasta. Ketika akhirnya ada yang menerima lamaranku, dengan pertimbangan mencari pengalaman maka tanpa ragu kuterimalah tawaran itu dan mulailah aku bekerja di situ. Namun, sifat dasar manusia yang tak pernah puas rupanya juga ada pada diriku. Hingga hampir setahun berlalu, aku pikir aku ingin menjadi pegawai negeri sehingga akhirnya aku memutuskan berhenti. Namun, ternyata tahun itu keberuntungan belum berpihak kepadaku. Dan rasanya kalau kembali menjadi pengangguran bisa-bisa otakku menjadi karatan, maka kembalilah aku mencari pekerjaan sembari menunggu rekrutmen pegawai negeri di tahun depan. Dan,alhamdulillah, tak perlu menunggu lama akhirnya aku kembali diterima bekerja di swasta. Kadang berat terasa namun sebenarnya menyenangkan berada di sana. Maka saat akhirnya tiba yang kutunggu, dan keberuntungan berpihak padaku, maka aku harus berkata selamat tinggal untuk semua. Dan di sinilah aku, di tempat yang baru yang kucari selama beberapa tahun terakhir ini.
Dan saat satu hal telah ditemukan, maka itulah saatnya melanjutkan pencarian hal berikutnya. Namun buat yang berpikiran sama seperti Riri yang –malu mengakui kalo sebenarnya udah pengen N, untung kemaren gak jadi P, pengennya sih T aja....biar bisa langsung N-, tampaknya pemikiran “kita terima saja yang di depan mata sambil mencari pengalaman, sembari menunggu kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik” tak bisa diterapkan. Karena di pencarian berikutnya, saat telah kamu putuskan untuk menerima, maka harus itulah yang terbaik. So? Kata Rachma… open your heart, open your mind, and open your EYES…
Teringat masa-masa lulus kuliah dulu. Termasuk yang terlambat padahal ipeka selalu bagus di setiap semester. Setelah itu masih sempat nganggur selama enam bulan. Bukan pasrah begitu saja tetapi terus menerus mencari informasi dan melamar kesana kemari, dari perusahaan kecil hingga besar, baik yang negeri maupun yang swasta. Ketika akhirnya ada yang menerima lamaranku, dengan pertimbangan mencari pengalaman maka tanpa ragu kuterimalah tawaran itu dan mulailah aku bekerja di situ. Namun, sifat dasar manusia yang tak pernah puas rupanya juga ada pada diriku. Hingga hampir setahun berlalu, aku pikir aku ingin menjadi pegawai negeri sehingga akhirnya aku memutuskan berhenti. Namun, ternyata tahun itu keberuntungan belum berpihak kepadaku. Dan rasanya kalau kembali menjadi pengangguran bisa-bisa otakku menjadi karatan, maka kembalilah aku mencari pekerjaan sembari menunggu rekrutmen pegawai negeri di tahun depan. Dan,alhamdulillah, tak perlu menunggu lama akhirnya aku kembali diterima bekerja di swasta. Kadang berat terasa namun sebenarnya menyenangkan berada di sana. Maka saat akhirnya tiba yang kutunggu, dan keberuntungan berpihak padaku, maka aku harus berkata selamat tinggal untuk semua. Dan di sinilah aku, di tempat yang baru yang kucari selama beberapa tahun terakhir ini.
Dan saat satu hal telah ditemukan, maka itulah saatnya melanjutkan pencarian hal berikutnya. Namun buat yang berpikiran sama seperti Riri yang –malu mengakui kalo sebenarnya udah pengen N, untung kemaren gak jadi P, pengennya sih T aja....biar bisa langsung N-, tampaknya pemikiran “kita terima saja yang di depan mata sambil mencari pengalaman, sembari menunggu kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik” tak bisa diterapkan. Karena di pencarian berikutnya, saat telah kamu putuskan untuk menerima, maka harus itulah yang terbaik. So? Kata Rachma… open your heart, open your mind, and open your EYES…
Sunday, June 27, 2010
KERIPUT
Suatu siang, anak seorang teman kerjaku (I) yang masih kelas 5 esde bertanya padaku (A) yang sedang bersama temanku yang lain (BO):
I: Mba Anin, mba tu umurnya berapa to?
A: Ada deh...
I: Halah... Berapa to mba?
A: Coba ditebak, berapa?
I: Mmm, duapuluh berapa mba?
A: Delapan belas... ;)
BO: Mba Anin tu umurnya baru tujuhbelas...
I: Nggak mungkin!!!! Wong wajahnya udah keriput...
A: Hahaha... Gubrakk!!
I: Mba Anin, mba tu umurnya berapa to?
A: Ada deh...
I: Halah... Berapa to mba?
A: Coba ditebak, berapa?
I: Mmm, duapuluh berapa mba?
A: Delapan belas... ;)
BO: Mba Anin tu umurnya baru tujuhbelas...
I: Nggak mungkin!!!! Wong wajahnya udah keriput...
A: Hahaha... Gubrakk!!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Nine Years Later ...
Sembilan tahun berlalu sejak terakhir kali meng- update blog ini. Entah kenapa tiba-tiba hari ini ingin membuka kembali halaman ini. Belum a...
-
Dalam bahasa Indonesia, judul di atas diterjemahkan sebagai penerbangan pertama. Biasanya dimaksudkan untuk jadwal penerbangan pesawat yan...
-
Part 3 of 3 Kami bangun pagi-pagi, mandi, shalat subuh, dan sarapan. Setelah hari mulai terang, kami pun segera keluar dari hotel. Kami ...
-
Sejak pertengahan April 2007 kemarin aku mencoba hidup di Kebumen. Karena ‘perusahaan’ yang (akhirnya mau) mempekerjakanku menempatkanku di ...