Thursday, April 5, 2007

Angin Puting Beliung Mampir di Yogya

Sore itu (Ahad, 18 Februari 2007, jam 17.00 wib) aku dan dua adikku pulang dari rumah bulik di Jl. Gejayan. Sampai di Jl. Solo, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Kami pun berhenti untuk memakai jas hujan, lalu melanjutkan perjalanan. Sampai di depan sebuah toko aku melihat 2 orang (mbak dan mas) menunjuk langit di arah belakang (tenggara), kupikir ada pelangi atau apa, tapi sesampai di perempatan Galeria -yang tidak terhalang bangunan- di kejauhan arah selatan aku melihat ‘benda-benda beterbangan’ menuju ke arah barat. (Wah! Anginnya kenceng banget, pikirku)

Di perempatan Gramedia, kami memilih belok kiri (selatan) ke arah stadion Kridosono. Sampai depan kantor Telkom… Masya Allah! ‘Benda-benda beterbangan’ itu dekat sekali, berada di bagian timur Kridosono. Adikku yang masih SD jadi takut dan sangat khawatir, kami pun berbalik ke arah Gramedia lagi (ke utara), lalu belok kiri (ke barat/arah tugu) di tengah hujan yang semakin deras dan langit barat yang hitam.

Sampai di perempatan tugu, kami lihat langit di arah selatan (arah Malioboro) terlihat terang, kami pun memilih belok ke selatan. Sampai di dekat stasiun tugu, jalanan macet. Dan di arah timur (agak jauh), ‘benda-benda beterbangan’ itu seperti menuju ke arah barat (arah kami). Melihat itu banyak pengendara motor yang berbalik arah, kami pun memutuskan hal yang sama. Tapi sebelum pergi, kami –sekali lagi- melihat ke kejauhan arah timur, di antara ‘benda-benda beterbangan’ yang bergerak itu, terlihat seperti awan hitam yang berbentuk segitiga (atau mungkin kerucut dengan puncak di bawah).

Apakah sebenarnya yang terjadi? Kami menyimpan tanya itu hingga kami tiba di rumah.

HEADLINE NEWS METROTV JAM 19.00 WIB
“Angin puting beliung menerjang 3 kecamatan di kota Yogyakarta dan (sementara) menelan 20 orang korban, serta 260 rumah rusak …”

***
Belum genap setahun gempa tektonik melanda propinsi DI. Yogyakarta (bahkan masih ada warga di Bantul yang belum mulai membangun rumahnya kembali) Ahad, 18 Februari 2007, angin puting beliung pun mampir di kota Yogya, memporakporandakan rumah dan bangunan warga di beberapa kecamatan di kota Yogya. Korban jiwa pada musibah ini tidak sebanyak korban gempa, namun banyak warga mengalami kehilangan materi. Diantaranya, rumah yang rusak diterjang angin, maupun tertimpa pepohonan yang roboh.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta
(Al Ankabut (29): 2-3)

Bersumber dari Liputan 6 Siang SCTV dan Buletin Siang RCTI, ciri-ciri dari angin puting beliung antara lain adalah sebagai berikut:
1. Biasa terjadi pada musim pancaroba (peralihan musim)
2. Terjadi pada sore hari sekitar pukul 13.00 – 17.00
3. Pada hari-hari sebelumnya jarang terjadi hujan
4. Sehari sebelumnya udara terasa panas dan pengap
5. Pada pagi harinya cerah
6. Terlihat awan bergumpal yang menyerupai bunga kol
7. Terlihat awan hitam bergulung yang bergerak dengan cepat
8. Berkecepatan 175 km/jam dengan lebar 75 km

Akhirnya, semoga mereka yang mengalami musibah angin puting beliung ini (termasuk juga musibah-musibah yang lain) senantiasa sabar, tawakal, dan bertambahlah keimanannya kepada Allah SWT. Amin. Dan kita yang tak mengalaminya, harus senantiasa berdoa dan waspada, dan… tak ada alasan untuk tidak bersyukur, kan?

***

No comments:

Post a Comment

Nine Years Later ...

Sembilan tahun berlalu sejak terakhir kali meng- update blog ini. Entah kenapa tiba-tiba hari ini ingin membuka kembali halaman ini. Belum a...