Thursday, November 8, 2012

Mengharap PetunjukMu

Alkisah, ada sebuah desa yang dilanda banjir. Seluruh warganya mulai menyelamatkan diri dan harta bendanya. Beberapa warga naik ke loteng dan atap rumahnya.

Saat banjir tak juga surut. Relawan dan tim SAR segera bergerak menyusur desa mengevakuasi warga yang masih di tempat.

Namun ada satu orang yang menolak ketika diberi pelampung oleh tim relawan.

"Saya sudah berdoa, tinggalkan saja saya, nanti Tuhan yang akan mengabulkan doa saya", kata orang itu.

Tak lama, datanglah tim SAR dengan kapal motornya hendak mengangkut orang tadi, tetapi lagi-lagi dia menolak dengan mengatakan hal yang sama.

Lambat laun banjir semakin tinggi dan menenggelamkan seluruh desa termasuk orang tersebut.

Kemudian diceritakan, orang yang tenggelam tadi melakukan protes kepada Tuhan. Kenapa Tuhan tidak menyelamatkannya yang sudah berdoa terus menerus kepadaNya.

"Aku sudah mengirimkan tim SAR dan relawan untuk memberikan pelampung dan kapal motornya untuk membawamu keluar dari desa untuk mengungsi, tetapi engkau menolaknya", jawab Tuhan.

***

Saya lupa, saya mendengar kisah itu dari radio mana atau ustaz atau motivator siapa atau membacanya di majalah yang mana, atau tulisannya siapa. Tapi kisahnya cukup ...jleb jleb.

Seringkali kita merasa bahwa kita sudah bersungguh-sungguh berdoa namun Allah seperti tak hendak bersegera mengabulkan apa yang kita harapkan.

Padahal bisa jadi Dia telah memberikan jawaban atas doa-doa kita namun kita tidak mampu membacanya. Atau bahkan mungkin kita mengabaikannya karena tak menyadari bahwa doa kita telah dijawabNya.

Ya Allah, berilah aku petunjukMu. Dan ajarilah aku membacanya.

No comments:

Post a Comment

Nine Years Later ...

Sembilan tahun berlalu sejak terakhir kali meng- update blog ini. Entah kenapa tiba-tiba hari ini ingin membuka kembali halaman ini. Belum a...