![]() |
| Foto : http://gg-justshare.blogspot.com/2012/07/hikmah-tarawih.html |
Dan Ramadhan ketigapuluh pun beranjak pergi. Kali ini pun masih bukan Ramadhan terbaik yang pernah terlalui. Sebulan sudah terlewati, merangkum kenangan indah di bulan suci, yang membawa segenggam semangat untuk esok hari.
***
Kaki-kaki mungil yang melangkah
dan berlari di sepanjang shaf, ketika tarawih mulai didirikan, mengingatkan perasaan seperti berjalan kaki di sepanjang jalan teduh yang ditumbuhi pepohonan yang rapat dan tinggi.
Remaja yang bersemangat karena bertemu yang dicari. Sahabat untuk berbagi, seorang yang menarik hati, hingga mereka mulai menemukan cinta yang hakiki.
Ibu-ibu yang berusaha keras untuk khusyuk dalam shalatnya, saat anak kecilnya yang berlarian menimbulkan kegaduhan. Namun pada akhirnya hanya bisa membisikkan nasihat karena tiba-tiba saja mereka telah duduk manis di sampingnya ketika imam hampir mengucapkan salam. Atau pada menit yang lain, menoleh pada anak yang tertidur di sampingnya, melihatnya dengan penuh cinta pada jeda tarawih berikutnya. Dan ...
Simbah-simbah renta terhuyung menahan kantuk saat ruku’, berbalut
mukena dan beralas sajadah yang terlihat seumuran dengan usianya. Bukan tentang keterbatasan, tapi tentang kesederhanaan,
kesetiaan, kecintaan dan keistiqomahan atas sesuatu yang dimilikinya dan diyakininya.
***
Dan pada akhirnya, terlantun doa semoga tahun depan kembali di pertemukan dengannya. Amin

No comments:
Post a Comment