Banyak orang (bahkan dari kesan pertama mereka) menggambarkan aku dalam satu kata yang paling istimewa yaitu ... pendiam.
Ibaratnya adalah gamelan yang kalau ngga ditabuh ngga ada bunyinya.
Aku sendiri ngga tahu dengan pasti mengapa aku ngga bisa dengan mudah ngobrol asyik dengan orang lain (apalagi baru kenal).
Yang selalu kuandalkan hanyalah senyuman. Ngga terlalu manis memang, tapi tulus.
Teman-teman terbaikku ngga pernah mempermasalahkan ke-pendiam-anku.
Tapi bagaimana dengan orang lain? Bagaimana dengan calon teman-teman terbaikku? Apakah mereka tahu? Apakah mereka mau mengerti? Bahwasanya diam-ku bukan karena aku sombong ataupun gagu?
Semoga saja...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Nine Years Later ...
Sembilan tahun berlalu sejak terakhir kali meng- update blog ini. Entah kenapa tiba-tiba hari ini ingin membuka kembali halaman ini. Belum a...
-
Dalam bahasa Indonesia, judul di atas diterjemahkan sebagai penerbangan pertama. Biasanya dimaksudkan untuk jadwal penerbangan pesawat yan...
-
Part 3 of 3 Kami bangun pagi-pagi, mandi, shalat subuh, dan sarapan. Setelah hari mulai terang, kami pun segera keluar dari hotel. Kami ...
-
Acara tahunan Koperasi Pelita yang selalu ditunggu oleh anggotanya selain pembagian parcel lebaran adalah Rapat Anggota Tahunan (RAT). Acara...
No comments:
Post a Comment