Termasuk adikku Icha yang masih kelas 2 SD. Salahsatu penyebab kekhawatiran saat anak-anak bernyanyi lagu yang syairnya kebanyakan bertemakan tentang cinta itu adalah kalau-kalau mereka menjadi lebih cepat dewasa daripada umurnya.
Belakangan ini, ada acara kontes nyanyi anak-anak (Idola Cilik di RCTI). Dan banyak orangtua yang berharap acara ini mampu memuaskan dahaga akan lagu anak-anak. Saat Icha menjadi penonton setia acara ini, Aku pun mulai mendampinginya menonton layaknya kakak yang baik (hehe...). Tapi... lho kok? Lagunya ya sama saja lagu-lagu orang dewasa? Gimana ini? Itu kalimat-kalimat yang kemudian terlontar.
Tapi berhubung Icha setia menonton, akhirnya aku pun jadi ikut rajin menontonnya. Dan setelah sekian lama mengikuti, aku jadi berpikir dan merasa kalau trnyata lagu bertemakan cinta ternyata bukan masalah yang harus terlalu dikhawatirkan. Karena lagu cinta yang oleh orang dewasa melulu ditafsirkan sebagai cinta kepada kekasihnya (dilihat dari video klipnya), saat dinyanyikan oleh anak-anak yang menginterpretasikan cinta yang dilihat dari sudut pandang anak kepada orang tuanya, adik kepada kakaknya (atau sebaliknya), dan teman kepada sahabatnya, ternyata lagu itu sah-sah saja dinyanyikan mereka. Bahkan terdengar lebih indah didengar dan dirasa. Jadi, salahsatu solusinya, sebagai orang dewasa membantu mengarahkan mereka untuk memaknai cinta dengan kacamata mereka, dan pilihkan lagu yang benar-benar cocok dengan usia mereka ...
iya yah kasian anak2 indonesia jd gak tau lagu anak2 kayak apa...
ReplyDelete