Buku yang sempat kubaca pada bulan Februari adalah
1.Menyemai Cinta di Negeri Sakura
by: Lizsa Anggraeny dan Seriyawati (Samudera)
2. Laskar Pelangi
by: Andrea Hirata (Bentang)
3. Harry Potter: Chamber of Secret
by: JK. Rowling
4. Bali (kumpulan cerpen)
by: Putu Wijaya ( Penerbit Buku Kompas)
5. Sang Pemimpi
by: ANdrea Hirta (Bentang)
6. Edensor
by: Andrea Hirata (Bentang)
Monday, March 17, 2008
Thursday, February 14, 2008
... GEDUBRAKK!?! ...
TKP I: DEPAN KANDANG SAPI
Saat itu aku masih SMP. Baru belajar naik motor mengelilingi rumah simbahku. Saking semangatnya nge-gas, sampai di sisi barat ... gedubrak!!! ... aku menabrak gerobak rumput pakan sapi di depan kandang.
TKP II: DEPAN GEREJA KOTABARU
Sepulang sekolah (SMA) aku dan temanku, berencana langsung bezuk adik kelas yang opname di RS. Bethesda karena kecelakaan.Sebelumnya kami mo mampir ke Mirota Bakery Kotabaru dulu. Tepat di depan gereja Kotabaru, aku membelokkan motorku ke kiri (tanpa menyalakan lampu sign/riting). Ternyata eh ternyata dari belakang ada motor yang mau menyalipku dari kiri, dan otomatis... gedubrak!!!... kami terjatuh dari motor kami masing-masing. Alhamdulillah ngga parah. Mbaknya dan motornya ngga papa, temanku lecet dan memar dan shock (sampai sekarang ngga cerita ke ibu), aku lecet2, baju dan rokku sedikit sobek, dan kacamata-ku miring.
TKP III: BUNDERAN UGM
Sore itu sepulang kuliah aku lewat bunderan dari arah timur. Seingatku saat itu lalulintas sepi. Hanya ada aku, dan satu motor yang nylonong begitu saja dari arah selatan dan mengagetkanku. Dan sama sekali ngga nyenggol ataupun disenggol, tapi mungkin karena gugup melihat motor yang tadi, tiba-tiba saja ... gedubrak!!... aku terjatuh begitu saja di atas aspal. Alhamdulillah aku ngga ada yang luka, tapi ... hiks! Kenshin (motorku) ngga bisa dioper giginya. Berhubung saat itu dompetku hanya berisi uang senilai dua liter bensin saat itu. Jadi ngga berani mampir bengkel. So, Yogya Sentolo kulalui bersama Kenshin dgn posisi gear yang tidak berubah (posisi 2). Setelah sampai rumah dan ambil uang, aku pun membawanya ke bengkel AHASS dan ... kembali seperti semula.
TKP IV: JALAN DEPAN RUMAH
Ceritanya mo jemput adikku yang saat itu masih SMP. Depan rumahku adalah jalan kabupaten yang berupa tanjakan yang tidak terlalu tinggi memang, tapi cukup sering terjadi kecelakaan.Sebelum nyebrang, aku berhenti dulu. Tengok kiri... sudah kosong, tengok kanan... ups!! tertutup mobil katana yang parkir di depan rumah. Kucoba mengintip diantara kaca mobil, sepertinya jalan sudah sepi, pelan ku gas motorku mencoba menyeberang. Tapi ... gedubrakk!!!... ada sepeda dari arah kanan yang melaju kencang menuruni tanjakan. Ngga ada luka parah, aku ngga papa malah, hanya spion motorku pecah, si ibu lecet dan roda depan sepedanya bengkok tertabrak ban motorku. Untung bisa diselesaikan kekeluargaan, si ibu minta sepeda diperbaiki dan minta biaya untuk pijat. Dan ... deal.
TKP V: PERTIGAAN SENTOLO
Pertigaan sudah di depan mata. Tapi... huwa....!! Antrian mobil puanjang sekali. Kapan bisa nyebrangnya kalo kayak gini? Akhirnya kuputuskan untuk menyusup di depan sebuah mobil yang berhenti menutupi jalan ke arah barat. Namun... gedubrak!!.. aku dan motorku terjatuh (lagi). Rupanya dari arah selatan ada motor yang dilajukan dengan santai oleh seorang bapak berseragam tentara. Alhamdulillah ... (lagi-lagi)ngga ada luka...
Bapak Tentara:
"Hati-hati dong dik! Sembarangan nyebrang. Sudah tahu lalulintas lagi rame, masih nekat juga. Sudah Sana!! Hati-hati!! Jangan diulangi lagi!!"
Aku (speccless):
"Maaf, pak! Terimakasih... "
TKP VI: KADIPIRO
Aku, adik, dan adikku mau ke Taman Pintar, mumpung libur. Sebelum berangkat ngga thu kenapa aku sempat ngomel2 ngga jelas sama adikku. Tapi semua udah oke setelah kita berangkat.Seingatku aku bawa motor pelan saja, ngga sampai 60 km/jam malah.
Sampai di daerah Kadipiro, tiba2 pick up di depanku ngerem mendadak dan aku pun segera ikut ngerem tapi ternyata remku ngga pakem, dan... gedubrakk!!... aku menabrak pantat pick-up di depanku itu. Kedua adikku ngga papa. Kaki kiriku sempat ngilu karena tertindih badan motor.
Sopir pick-up :
"... Salahe mbak'e! ... naek motornya kenceng ..."
Aku :
"..." (masih syok)
Warga :
" Tenang mas, selesaikan saja baik-baik. Mas'e benar, mba'e juga"
Sopir pick up :
" Yo wis, kan sama-sama rusak nih, mba? Diperbaiki sendiri-sendiri saja,ya?"
Aku :
"..." (masih syok)
Adikku :
"?!? Yo wis mas, ngga papa"
***
Pak Becak :
" Wo.. tadi harusnya minta KTPnya mbak, jadi kalo ada apa-apa, mereka bisa dihubungi lagi."
Aku & Adikku :
"?!?!" (bukannya kami yang nabrak, pak?)
^^ Berbagai kemungkinan penyebab: ^^
1.Kecepatanku terlalu tinggi (padahal ngga nyampe 60)
2.Jarak motorkuke pick-up terlalu dekat
3.Rem ngga pakem !! (besok lagi sebelum berangkat cek dulu)
4.Kurang hati-hati dan konsentrasi
5. Lupa berdoa (nah,lho!)
Saat itu aku masih SMP. Baru belajar naik motor mengelilingi rumah simbahku. Saking semangatnya nge-gas, sampai di sisi barat ... gedubrak!!! ... aku menabrak gerobak rumput pakan sapi di depan kandang.
TKP II: DEPAN GEREJA KOTABARU
Sepulang sekolah (SMA) aku dan temanku, berencana langsung bezuk adik kelas yang opname di RS. Bethesda karena kecelakaan.Sebelumnya kami mo mampir ke Mirota Bakery Kotabaru dulu. Tepat di depan gereja Kotabaru, aku membelokkan motorku ke kiri (tanpa menyalakan lampu sign/riting). Ternyata eh ternyata dari belakang ada motor yang mau menyalipku dari kiri, dan otomatis... gedubrak!!!... kami terjatuh dari motor kami masing-masing. Alhamdulillah ngga parah. Mbaknya dan motornya ngga papa, temanku lecet dan memar dan shock (sampai sekarang ngga cerita ke ibu), aku lecet2, baju dan rokku sedikit sobek, dan kacamata-ku miring.
TKP III: BUNDERAN UGM
Sore itu sepulang kuliah aku lewat bunderan dari arah timur. Seingatku saat itu lalulintas sepi. Hanya ada aku, dan satu motor yang nylonong begitu saja dari arah selatan dan mengagetkanku. Dan sama sekali ngga nyenggol ataupun disenggol, tapi mungkin karena gugup melihat motor yang tadi, tiba-tiba saja ... gedubrak!!... aku terjatuh begitu saja di atas aspal. Alhamdulillah aku ngga ada yang luka, tapi ... hiks! Kenshin (motorku) ngga bisa dioper giginya. Berhubung saat itu dompetku hanya berisi uang senilai dua liter bensin saat itu. Jadi ngga berani mampir bengkel. So, Yogya Sentolo kulalui bersama Kenshin dgn posisi gear yang tidak berubah (posisi 2). Setelah sampai rumah dan ambil uang, aku pun membawanya ke bengkel AHASS dan ... kembali seperti semula.
TKP IV: JALAN DEPAN RUMAH
Ceritanya mo jemput adikku yang saat itu masih SMP. Depan rumahku adalah jalan kabupaten yang berupa tanjakan yang tidak terlalu tinggi memang, tapi cukup sering terjadi kecelakaan.Sebelum nyebrang, aku berhenti dulu. Tengok kiri... sudah kosong, tengok kanan... ups!! tertutup mobil katana yang parkir di depan rumah. Kucoba mengintip diantara kaca mobil, sepertinya jalan sudah sepi, pelan ku gas motorku mencoba menyeberang. Tapi ... gedubrakk!!!... ada sepeda dari arah kanan yang melaju kencang menuruni tanjakan. Ngga ada luka parah, aku ngga papa malah, hanya spion motorku pecah, si ibu lecet dan roda depan sepedanya bengkok tertabrak ban motorku. Untung bisa diselesaikan kekeluargaan, si ibu minta sepeda diperbaiki dan minta biaya untuk pijat. Dan ... deal.
TKP V: PERTIGAAN SENTOLO
Pertigaan sudah di depan mata. Tapi... huwa....!! Antrian mobil puanjang sekali. Kapan bisa nyebrangnya kalo kayak gini? Akhirnya kuputuskan untuk menyusup di depan sebuah mobil yang berhenti menutupi jalan ke arah barat. Namun... gedubrak!!.. aku dan motorku terjatuh (lagi). Rupanya dari arah selatan ada motor yang dilajukan dengan santai oleh seorang bapak berseragam tentara. Alhamdulillah ... (lagi-lagi)ngga ada luka...
Bapak Tentara:
"Hati-hati dong dik! Sembarangan nyebrang. Sudah tahu lalulintas lagi rame, masih nekat juga. Sudah Sana!! Hati-hati!! Jangan diulangi lagi!!"
Aku (speccless):
"Maaf, pak! Terimakasih... "
TKP VI: KADIPIRO
Aku, adik, dan adikku mau ke Taman Pintar, mumpung libur. Sebelum berangkat ngga thu kenapa aku sempat ngomel2 ngga jelas sama adikku. Tapi semua udah oke setelah kita berangkat.Seingatku aku bawa motor pelan saja, ngga sampai 60 km/jam malah.
Sampai di daerah Kadipiro, tiba2 pick up di depanku ngerem mendadak dan aku pun segera ikut ngerem tapi ternyata remku ngga pakem, dan... gedubrakk!!... aku menabrak pantat pick-up di depanku itu. Kedua adikku ngga papa. Kaki kiriku sempat ngilu karena tertindih badan motor.
Sopir pick-up :
"... Salahe mbak'e! ... naek motornya kenceng ..."
Aku :
"..." (masih syok)
Warga :
" Tenang mas, selesaikan saja baik-baik. Mas'e benar, mba'e juga"
Sopir pick up :
" Yo wis, kan sama-sama rusak nih, mba? Diperbaiki sendiri-sendiri saja,ya?"
Aku :
"..." (masih syok)
Adikku :
"?!? Yo wis mas, ngga papa"
***
Pak Becak :
" Wo.. tadi harusnya minta KTPnya mbak, jadi kalo ada apa-apa, mereka bisa dihubungi lagi."
Aku & Adikku :
"?!?!" (bukannya kami yang nabrak, pak?)
^^ Berbagai kemungkinan penyebab: ^^
1.Kecepatanku terlalu tinggi (padahal ngga nyampe 60)
2.Jarak motorkuke pick-up terlalu dekat
3.Rem ngga pakem !! (besok lagi sebelum berangkat cek dulu)
4.Kurang hati-hati dan konsentrasi
5. Lupa berdoa (nah,lho!)
Friday, February 1, 2008
Sehat Sebelum Sakit, Hidup Sebelum Mati
Demi Masa ... ; Sesungguhnya manusia kerugian; Melainkan yang beriman dan yang beramal shaleh.
Gunakan kesempatan yang masih diberi. Semoga kita takkan menyesal.
Ingat Lima perkara sebelum lima perkara:
sehat sebelum sakit; muda sebelum tua; kaya sebelum miskin; lapang sebelum sempit; hidup sebelum mati
(Demi Masa - Raihan)
- SATU -
Pagi itu (ahad, 6 Januari 2008), aku, ibu, mbah kung, bulik, paklik, om dan sepupu2 berdesak-desakan di APV merah menuju Cilacap, silaturahim ke rumah Mbah Budi (adiknya mbah kung). Aku terakhir kali ke sana, pas masih SD (lama banget ya?), dan mbah Budi pun dah lama ngga ke Sentolo City. Komunikasi hanya via telepon.
Ingatanku tentang beliau ... seorang yang perfeksionis (kalau mbah ke rumahmu dan menemukan sedikit debu,apalagi sarang laba-laba, siap-siap saja menerima kemarahannya) namun ... sangat perhatian/care (kalau ada keluarga yang datang ke rumahnya, orangtua atau anak-anak, pasti akan diperlakukan bak raja, diajak keliling kota, berwisata, menikmati kuliner. hehe).
Sekitar 4 jam kemudian, kami sampai di rumahnya yang sepi (beliau hanya tinggal dengan istri dan seorang pembantunya). Ketiga anaknya sudahmenikah dan punya rumah masing-masing di Bantul, Semarang dan Liverpool(Inggris).
Kondisi beliau saat ini sangat jauh dari ingatanku tentangnya. Mbah Budi tak merespon apapun yang kami ucapkan dan lakukan. Tak ada perhatian yang hangat apalagi teguran keras. Hanya ada seorang bertubuh sehat dengan tatapan mata yang kosong.
Kata mbah putri sambil berkaca-kaca, sudah 2 tahun ini mbah Budi divonis dokter menderita alzheimer
Kami hanya bisa berharap mbah budi diberikan yang terbaik, dan mbah putri diberikan kesabaran yang luar biasa.
-DUA-
Lima tahun yang lalu Tio mengalami kecelakaan yang membuat limpanya harus dioperasi. dan hasil operasi baru bisa dicek setelah lima tahun kemudian (itu berarti tahun ini). Dan selama lima tahun itu, Tio bukannya hanya harus hidup sehat, tetapi bahkan steril/higienis.
Petaka bermula saat pergantian tahun kemarin ini. (Tidak jelas apakah keinginannya sendiri, atau dipaksa teman-temannya,) Tio yang dulu memang dekat dengan alkohol namun sekarang harus hidup steril itu, kembali kemasukan alkohol. Sehingga Tio muntah-muntah tanpa bisa dihentikan. Dan teman-temannya yang tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi, membawa Tio ke puskesmas yang tidak memberikan penanganan segera. Sehingga saat akhirnya Tio dibawa ke RS. swasta, harus dibawa ke ruang isolasi. Awalnya Tio yang kuliah dan tinggal jauh dari ortunya, ngga mau keluarganya tahu dia di rumah sakit. Namun akhirnya buliknya yang tinggal sekota tahu juga, dan langsung ke rumah sakit dan mengabari ortu Tio. Saat buliknya datang, Tio masih bisa mengucapkan kata 'maaf' kepada buliknya. Namun, matanya yang terbuka lebar sudah tidak bisa melihat apa-apa.
Ibu Tio berkata kepada teman-teman Tio yang menjenguknya,
"Ibu tidak menyalahkan siapapun atas kejadian ini, tapi ibu berharap kejadian yang menimpa Tio ini menjadi pelajaran berharga buat kalian untuk menjauhi minuman atau zat apapun yang berbahaya dan menrugikan diri dan masa depan kalian. Ibu yakin kalian ngga mau kejadian yang sama menimpa kalian."
Dan di dunia ini, manusia bukan berduyun-duyun lahir ke dunia dan berduyun-duyun kembali pilang ... seperti dunia pasar malam. Seorang seorang mereka datang ... dan pergi. Dan yang belum pergi menunggu saat nyawanya terbang entah kemana. (Bukan Pasar Malam - Pramoedya Ananta Toer)
Ditulis berdasar penuturan Ibu Tio saat aku dan Ibu menjenguk Tio yang sedang koma di IGD, sehari sebelum Tio ... meninggal (9 Januari 2008). Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...
Gunakan kesempatan yang masih diberi. Semoga kita takkan menyesal.
Ingat Lima perkara sebelum lima perkara:
sehat sebelum sakit; muda sebelum tua; kaya sebelum miskin; lapang sebelum sempit; hidup sebelum mati
(Demi Masa - Raihan)
- SATU -
Pagi itu (ahad, 6 Januari 2008), aku, ibu, mbah kung, bulik, paklik, om dan sepupu2 berdesak-desakan di APV merah menuju Cilacap, silaturahim ke rumah Mbah Budi (adiknya mbah kung). Aku terakhir kali ke sana, pas masih SD (lama banget ya?), dan mbah Budi pun dah lama ngga ke Sentolo City. Komunikasi hanya via telepon.
Ingatanku tentang beliau ... seorang yang perfeksionis (kalau mbah ke rumahmu dan menemukan sedikit debu,apalagi sarang laba-laba, siap-siap saja menerima kemarahannya) namun ... sangat perhatian/care (kalau ada keluarga yang datang ke rumahnya, orangtua atau anak-anak, pasti akan diperlakukan bak raja, diajak keliling kota, berwisata, menikmati kuliner. hehe).
Sekitar 4 jam kemudian, kami sampai di rumahnya yang sepi (beliau hanya tinggal dengan istri dan seorang pembantunya). Ketiga anaknya sudahmenikah dan punya rumah masing-masing di Bantul, Semarang dan Liverpool(Inggris).
Kondisi beliau saat ini sangat jauh dari ingatanku tentangnya. Mbah Budi tak merespon apapun yang kami ucapkan dan lakukan. Tak ada perhatian yang hangat apalagi teguran keras. Hanya ada seorang bertubuh sehat dengan tatapan mata yang kosong.
Kata mbah putri sambil berkaca-kaca, sudah 2 tahun ini mbah Budi divonis dokter menderita alzheimer
Kami hanya bisa berharap mbah budi diberikan yang terbaik, dan mbah putri diberikan kesabaran yang luar biasa.
-DUA-
Lima tahun yang lalu Tio mengalami kecelakaan yang membuat limpanya harus dioperasi. dan hasil operasi baru bisa dicek setelah lima tahun kemudian (itu berarti tahun ini). Dan selama lima tahun itu, Tio bukannya hanya harus hidup sehat, tetapi bahkan steril/higienis.
Petaka bermula saat pergantian tahun kemarin ini. (Tidak jelas apakah keinginannya sendiri, atau dipaksa teman-temannya,) Tio yang dulu memang dekat dengan alkohol namun sekarang harus hidup steril itu, kembali kemasukan alkohol. Sehingga Tio muntah-muntah tanpa bisa dihentikan. Dan teman-temannya yang tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi, membawa Tio ke puskesmas yang tidak memberikan penanganan segera. Sehingga saat akhirnya Tio dibawa ke RS. swasta, harus dibawa ke ruang isolasi. Awalnya Tio yang kuliah dan tinggal jauh dari ortunya, ngga mau keluarganya tahu dia di rumah sakit. Namun akhirnya buliknya yang tinggal sekota tahu juga, dan langsung ke rumah sakit dan mengabari ortu Tio. Saat buliknya datang, Tio masih bisa mengucapkan kata 'maaf' kepada buliknya. Namun, matanya yang terbuka lebar sudah tidak bisa melihat apa-apa.
Ibu Tio berkata kepada teman-teman Tio yang menjenguknya,
"Ibu tidak menyalahkan siapapun atas kejadian ini, tapi ibu berharap kejadian yang menimpa Tio ini menjadi pelajaran berharga buat kalian untuk menjauhi minuman atau zat apapun yang berbahaya dan menrugikan diri dan masa depan kalian. Ibu yakin kalian ngga mau kejadian yang sama menimpa kalian."
Dan di dunia ini, manusia bukan berduyun-duyun lahir ke dunia dan berduyun-duyun kembali pilang ... seperti dunia pasar malam. Seorang seorang mereka datang ... dan pergi. Dan yang belum pergi menunggu saat nyawanya terbang entah kemana. (Bukan Pasar Malam - Pramoedya Ananta Toer)
Ditulis berdasar penuturan Ibu Tio saat aku dan Ibu menjenguk Tio yang sedang koma di IGD, sehari sebelum Tio ... meninggal (9 Januari 2008). Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...
Wednesday, January 30, 2008
Buku ... Buku ... Buku
Sembilan Bulan di Kebumen Cuma Bisa Baca 7 Buku:
1. Bukan Pasar Malam - Pramoedya Ananta Toer
2. Komik Detektif Conan 48 dan 49 - Aoyama Gosho
3. Nge-friend Sama Islam #2 - Teguh Iman Perdana
4. Mencari Mutiara di Dasar Hati - Muhammad Nursani
5. Zero To Hero - Sholihin Abu Izuddin
6. Ketika Cinta Bertasbih - Habiburrahman El Shirazy
2008 Januari Penuh Fiksi
1. Ketika Cinta Bertasbih 2 - Habiburrahman El Shirazy
2. Filosofi Kopi - Dee
3. Harry Potter And The Sorcerer Stone (terjemahan) - JK Rowling
4. Hary Potter And The Prisoner of Azkaban (terjemahan) - JK Rowling
5. Kambing Jantan - Raditya Dika
Di Taman Pintar
Sabtu, 19 Januari 2008, aku dan keempat adikku (Ima, Risna, dan Icha) sore-sore maen ke Taman Pintar di Yogya. Lama banget kami ngga keluar bareng-bareng gini. Sore itu Taman Pintar cukup rame, tapi sayang sekali gedung oval sudah tutup. Jadi kami cuma melihat-lihat permainan di luar saja dan menyalurkan hasrat berfoto adik-adikku.
Thank You So Much, I'm Sorry, Good Bye
Sering kita berpikir bahwa kitalah yang tahu apa yang terbaik buat kita. Padahal yang menurut kita baik belum tentu itu yang terbaik, sedangkan yang terlihat buruk bisa jadi malah yang terbaik buat kita. Dan sudah sewajarnya kita melibatkanNya dalam setiap keputusan yang ingin kita ambil. Dan untuk keputusan yang sudah diambil ... bismillah saja... dan jangan pernah sekali-kali menyesalinya
Kata pengantar yang cukup panjang,ya? Sabtu, 5 Januari 2008 aku mengakhiri kontrak kerjaku di Kebumen dan balik lagi ke Sentolo City, di Yogya. Dan aku sangat berharap bisa segera menemukan ganti yang lebih baik lagi. Amin.
9 bulan di Kebumen, aku ngga banyak tempat yang kuketahui (memalukan memang. Paling yang dekat-dekat tempat kost. Teman dan kenalan juga ngga banyak (so pamitannya ngga butuh waktu yang lama. Hehe...). They are ...
Keluarga Masdoeki, yang selalu mau direpoti;
Bu Manto (d'owner of Garuda 17);
Teman-teman kost yang sangat bermacam-macam karakternya:
- Mba Ning, Meta dan Ratna, yang udah cabut duluan;
- Mba Sulis, yang selalu ceria dan bersemangat;
- Mba Iin, yang selalu punya jawaban lucu untuk semua pertanyaan seserius apapun;
- Mba Nana, yang punya banyak kemiripan (selera) denganku;
Teman-teman kantor:
- Pak Limo, yang 'sedikit' pelupa meski sangat bersemangat dan berdedikasi;
- Mba Dewi, the best ojek ... eh... fren di Kebumen;
- Mba Indra, teman 'ngerumpi' sebulan terakhir lalu;
- Mba Diana, yang dapat pe-er banyak banget ya, mba?
Lainnya ...
- Pras, teman esempe yang ternyata dah 7 tahun di Kebumen;
- Toko Melati: Bu Siti, Mba Fiki, Mba Endah, Mba Ijah, Mba Mugi, Mba Pu2t
- Jadi Jaya: Cik Weni, Koh Alex, Mba Ri2n, mba Lastri, mba Sri
- Gaza: Mba Yani, Mas Heri, Mba Tri
- Mbah Sarman, Pak Sukir, Bu Badri, Bu Agus, Mba Onik,
- dll
Kebumen memang ngga jauh2 amat dari Yogya ( dua jam perjalanan). Tapi, aku mau ucapkan thank you so much, i'm sorry dan goodbye ...
Aku yakin akan datang saat dimana aku merindukan saat saya berada di Kebumen, dikelilingi mereka yang begitu baik ... I'll miss u all
Kata pengantar yang cukup panjang,ya? Sabtu, 5 Januari 2008 aku mengakhiri kontrak kerjaku di Kebumen dan balik lagi ke Sentolo City, di Yogya. Dan aku sangat berharap bisa segera menemukan ganti yang lebih baik lagi. Amin.
9 bulan di Kebumen, aku ngga banyak tempat yang kuketahui (memalukan memang. Paling yang dekat-dekat tempat kost. Teman dan kenalan juga ngga banyak (so pamitannya ngga butuh waktu yang lama. Hehe...). They are ...
Keluarga Masdoeki, yang selalu mau direpoti;
Bu Manto (d'owner of Garuda 17);
Teman-teman kost yang sangat bermacam-macam karakternya:
- Mba Ning, Meta dan Ratna, yang udah cabut duluan;
- Mba Sulis, yang selalu ceria dan bersemangat;
- Mba Iin, yang selalu punya jawaban lucu untuk semua pertanyaan seserius apapun;
- Mba Nana, yang punya banyak kemiripan (selera) denganku;
Teman-teman kantor:
- Pak Limo, yang 'sedikit' pelupa meski sangat bersemangat dan berdedikasi;
- Mba Dewi, the best ojek ... eh... fren di Kebumen;
- Mba Indra, teman 'ngerumpi' sebulan terakhir lalu;
- Mba Diana, yang dapat pe-er banyak banget ya, mba?
Lainnya ...
- Pras, teman esempe yang ternyata dah 7 tahun di Kebumen;
- Toko Melati: Bu Siti, Mba Fiki, Mba Endah, Mba Ijah, Mba Mugi, Mba Pu2t
- Jadi Jaya: Cik Weni, Koh Alex, Mba Ri2n, mba Lastri, mba Sri
- Gaza: Mba Yani, Mas Heri, Mba Tri
- Mbah Sarman, Pak Sukir, Bu Badri, Bu Agus, Mba Onik,
- dll
Kebumen memang ngga jauh2 amat dari Yogya ( dua jam perjalanan). Tapi, aku mau ucapkan thank you so much, i'm sorry dan goodbye ...
Aku yakin akan datang saat dimana aku merindukan saat saya berada di Kebumen, dikelilingi mereka yang begitu baik ... I'll miss u all
January Post: The Prolog
Hampir 2 bulan ngga update posting di blog-ku ini. Padahal banyak banget yang pengen aku ceritakan. Tapi kompie-ku di rumah ngga ce-es. Ngga bisa ngsave di flashdisk-ku (coz ngga ada port-nya.Hehe...). Jadi ngga bisa upload tulisanku yang dah berlembar-lembar. Untuk di ketahui, aku ngga punya sambungan internet pribadi, jadi aku harus ke warnet untuk bertualang di cyberworld ini. Lha kalau nulis postingnya di warnet juga, bisa-bisa aku jatuh miskin (hehe...emang pernah kaya?)
Dan tak terasa pula setahun sudah berlalu lagi. Dan my new year resolution adalah aku sangat berharap tahun ini aku benar-benar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi bagiku, bagi orang-orang di sekelilingku dan bagi agamaku.(Terlalu abstrak memang, tapi aku sangat ingin mengkonkretkannya) Amin
Dan tak terasa pula setahun sudah berlalu lagi. Dan my new year resolution adalah aku sangat berharap tahun ini aku benar-benar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi bagiku, bagi orang-orang di sekelilingku dan bagi agamaku.(Terlalu abstrak memang, tapi aku sangat ingin mengkonkretkannya) Amin
Subscribe to:
Posts (Atom)
Nine Years Later ...
Sembilan tahun berlalu sejak terakhir kali meng- update blog ini. Entah kenapa tiba-tiba hari ini ingin membuka kembali halaman ini. Belum a...
-
Dalam bahasa Indonesia, judul di atas diterjemahkan sebagai penerbangan pertama. Biasanya dimaksudkan untuk jadwal penerbangan pesawat yan...
-
Part 3 of 3 Kami bangun pagi-pagi, mandi, shalat subuh, dan sarapan. Setelah hari mulai terang, kami pun segera keluar dari hotel. Kami ...
-
Sejak pertengahan April 2007 kemarin aku mencoba hidup di Kebumen. Karena ‘perusahaan’ yang (akhirnya mau) mempekerjakanku menempatkanku di ...