2006 Unforgettable Memories (Part 2)
Yogya – Boyolali (pp), Sabtu, 19 Agustus 2006
Sejak lahir, dari TK sampai kuliah, semua kulakukan di Yogya. Aku sama sekali ngga pernah keluar dari Yogya (payah, ya?). Kecuali acara piknik or study tour, itupun naik bis bersama rombongan. Seingatku kota tujuannya Jakarta (TMII, dll), Jawa Barat (Pangandaran dll), Jawa Tengah (Baturaden, Jatijajar, Tawangmangu, Cilacap dll). Semua bersama rombongan, belum pernah naik kendaraan umum, atau bawa kendaraan sendiri. (Eh, pernah dink. Ke Muntilan ke rumah Neni (temen SMA), naik motor ma Agnes, naik bis ma Rani, ke Klaten nganter adikku Ima ke PT. Intan Pariwara naik motor).
Dan hari ini aku punya kesempatan ke Boyolali ke pernikahan teman baikku pas kursus komputer, Setyaningsih.
Berhubung adikku-partner sejatiku Ima waktu itu baru di Manokwari, Irian Jaya Barat, aku mencoba mengajak Nunung, tapi ternyata bu apoteker ini ngga libur kerja. Lalu kucoba mengajak bu guru Ana, yang tentusaja juga ngga libur. Waktu itu aku jadi tersadar, ternyata temanku ngga banyak, ya? Hiks!
Akhirnya, aku ngajak mba Ugik, yang meskipun dia-ngga-bisa-naik-motor paling ngga nanti ada teman ngobrol di perjalanan. Undangannya jam 09.00. Tapi sejak malam, tidur ngga nyenyak, beberapa kali terbangun dan lihat jam. Takut bangunnya kesiangan.
Dan inilah kronologisnya…
03.00 akhirnya aku bangun dari tidur-tak-tenangku, lalu melakukan aktivitas rutin, membereskan kerjaan rumah, mandi, sholat subuh.
05.30 nyamperin mba ugik ke rumahnya. Ternyata belum siap, yo wis tak tunggu sambil duduk-duduk di kamarnya.
05.55 cabut dari rumah mba ugik. Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi laa haula wa laa quwwata ila billah…
Menurut Vina (sepupu Aning) lebih enak lewat Klaten-Jatinom. Aku (dan mba Ugik)-yang-belum-pernah-ke-Boyolali, kira-kira aja pilih jalannya. Dan sempat nyasar. Mba Ugik yang jadi juru tanya (hehe..). Berangkatnya kami nanya belasan kali. Akhirnya kami lewat jalur bis. Yogya-Klaten-Terminal Boyolali-Sruwen-Pasar Karanggede.
Subhanallah…. Perjalanan yang menyenangkan. Kami bisa melihat gunung Merapi yang saat itu masih berstatus awas dan mengeluarkan awan panasnya, cuaca cerah menjadikannya terlihat begitu cantik, namun gagah. Tidak berbeda jauh dengan gunung Merbabu yang akhirnya menutupi Merapi dari pandangan kami
09.10 sampai di Sranten ternyata ada dua hajatan penganten. Tapi akhirnya ketemu juga rumah Aning. Kami titip motor di rumah tetangga (yang belakangan kami tahu bernama bu Fathonah), sekalian numpang merapikan diri sebelum sampai tempat resepsi.
10.00 akhirnya penganten wanita (Aning my friend) keluar, dengan jilbab dan kebaya warna biru cerahnya. Lama… banget ngga ketemu kelihatan tambah tinggi dan tambah manis seperti biasanya. Ngga lama kemudian prosesi temu dengan pengantin pria (Iwan).
Ketemu ma Vina, dan suami serta anaknya, ngobrol sebentar. Mau lama-lama, lagi sibuk kali ya?
Akhirnya acara yang paling ditunggu tiba. Makan. (Hehe…). Ngga prasmanan. Kalau di desaku disebut ‘piring terbang’.
M e n u nya adalah …
1. snack dan teh anget manis
2. sup rumput laut
3. nasi dkk
4. es buah (hm… seger!)
Sebelum pulang foto dulu sama mantennya. Kata Aning hasilnya bagus. Tapi belum lihat. Sekarang udah ke Jawa Timur sana. Lalu kami pun pamit pulang.
Kami ngambil motor ke tempatnya bu Fathonah, numpang sholat dan ganti kostum J. Rumah ibu ini sederhana tapi rapi banget. Banyak tanaman hias di depan rumahnya. Trus ada pohon rambutan di sekitar rumahnya (sayang lagi ngga berbuah). Selesai sholat, kami ngobrol sebentar, baru kemudian pamit pulang. Makaasih ya, Bu?
13.30 Cabut dari Karanggede. Kami coba lewat Simo-Kartasuro. Tetep nanya-nanya, tapi ngga sebanyak pas berangkat. Dan akhirnya …
15.30 Sampe di Yogya, udah laper lagi So, mampir ke warung soto dulu, baru ke masjid kampus UGM untuk sholat Ashar. Lalu duduk-duduk sambil melepas lelah, jalan-jalan keliling masjid sampe lupa waktu dah semakin sore.
17.45 Akhirnya sampai di Sentolo City. Alhamdulillah… meskipun pergi pulang aku yang bawa motor (ngga gantian), rasa capek hampir-hampir ngga terasa samasekali. Mungkin karena suasana hati hepi…
***
Buat mba Aning – mas Iwan, Sekali lagi selamat, Ya! Barakallahu …Jangan lupa kalau aku udah jadi tante dikabari, ya?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Nine Years Later ...
Sembilan tahun berlalu sejak terakhir kali meng- update blog ini. Entah kenapa tiba-tiba hari ini ingin membuka kembali halaman ini. Belum a...
-
Dalam bahasa Indonesia, judul di atas diterjemahkan sebagai penerbangan pertama. Biasanya dimaksudkan untuk jadwal penerbangan pesawat yan...
-
Part 3 of 3 Kami bangun pagi-pagi, mandi, shalat subuh, dan sarapan. Setelah hari mulai terang, kami pun segera keluar dari hotel. Kami ...
-
Sejak pertengahan April 2007 kemarin aku mencoba hidup di Kebumen. Karena ‘perusahaan’ yang (akhirnya mau) mempekerjakanku menempatkanku di ...
No comments:
Post a Comment