Wednesday, April 18, 2012
Naik Turun Angkot di Kota Hujan
Long weekend (5-7 April 2012) kemarin aku dan Riri pergi ke Bogor. Kami berangkat naik Senja Utama Yogya dari Stasiun Wates. Dapat bangku yang lumayan nyaman. Setelah lelah ngobrol ngga jelas, akhirnya aku yang semalam sebelumnya kurang tidur langsung tertidur dengan sukses di kereta. Meninggalkan Riri yang katanya ngga bisa tidur.
Sesaat sebelum azan Shubuh kami tiba di Stasiun Pasar Senen. Selesai sholat di masjid stasiun, bersih-bersih muka dan gosok gigi, kami duduk sejenak di peron stasiun sambil menunggu Evi. Setelah Evi datang perjalanan dilanjutkan dengan taxi Express ke stasiun Cikini. Berhubung KRL ke Bogor paling pagi baru jam 8, oleh pak penjaga loket tiket disarankan transit di Depok saja baru kemudian naik KRL ke Bogor.
Sampai di Stasiun Bogor kami naik angkot menuju Botani Square, dimana Atut dan Betha sudah menunggu. Baru kemudian disambung naik angkot lagi menuju rumah kost Atut di Pakuan.
Selesai mandi dan sarapan dengan menu Kailan dan Gulai Ikan Patin (bener ngga ya judulnya?) karya chef Betha dan chef Atut, kami pun segera bergegas menuju Kebun Raya Bogor dengan naik angkot nomor sekian (!).
Kebun Raya Bogor
Sepertinya waktu sehari takkan cukup untuk jalan kaki mengelilingi Kebun Raya Bogor ini (kecuali naik kendaraan wisata KRB, tapi ngga akan sepuas kalau ditempuh dengan jalan kaki). Siang itu kami hanya mengitari satu pojok saja. Itu pun sudah ada yang mulai gempor kakinya (aku sih belum, soalnya rajin senam tiap Jumat, hihi).
Masuk dari gerbang dua, kami berlima menyusuri jalan menuju beberapa tempat diantaranya adalah
1. Istana Bogor, di bagian belakang yang dibatasi dengan kolam teratai
2. Makam Belanda, dengan nisannya yang unik
3. Tugu Raffles
4. Bunga Bangkai, yang dicari-cari ngga ketemu karena tidak sedang berbunga
5. Museum Zoologi
Keluar dari Museum Zoologi, tiba-tiba rintik hujan semakin deras, kami pun berteduh sebentar sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.
Ayam Geprek
Akhirnya kami pun keluar dari KRB lewat gerbang utama, kemudian naik angkot menuju tempat makan siang yaitu Ayam Geprek Istimewa. Menu yang dipesan adalah ayam geprek yang empuk enak sekali, sop jamur, jamur goreng, ca kangkung, trancam, dan sambal yang pedasnya mak nyus pemirsa. Jangan tanya lokasinya dimana, soalnya disorientasi, dan manut saja, tapi daftar menunya persis seperti gambar di tulisan ini. Setelah sholat Asar, perjalanan pun dilanjutkan ke ...
SKI Tajur Katulampa
Sumber Karya Indah adalah tempat untuk berbelanja tas berbagai model dengan berbagai merk, sepatu, kuliner, dan tempat outbond. Saya ngga beli, soalnya saya cenderung suka tas yang simpel, muat banyak, dan ... kalau branded pengen yang asli (tapi karena mahal jadinya ngga ada yang terbeli), atau malah produksi lokal dengan merknya sendiri, atau malah tanpa merk sekalian. Hehe... Setelah puas, perjalanan pun dilanjutkan dengan angkot lagi menuju ...
Botani Square
Sebelum ke Botani Square, kami mampir ke Vanqis, toko 6000 only yang menyediakan pernak-pernik lucu seharga enamribuan. Saking asyiknya tanpa terasa hari sudah semakin gelap. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Botani Square untuk shalat Maghrib dan windows shopping. Mengantar Betha membeli lunch set idamannya, lalu ke pojok botani yang menyediakan produk-produk alami seperti mie pelangi warna-warni dengan pewarna dari daun atau buah, sabun-sabun herbal, aroma terapi, dan sebagainya. Setelah puas, ah ... lebih tepatnya kelelahan, kami pun bergegas naik angkot untuk pulang ke kost Atut.
Sampai di kostan Atut, kami beristirahat sejenak sembari menunggu giliran mandi bagi yang mandi (lirik Riri dan Beta), nonton Full House sambil makan Sate Padang yang diam-diam dibeli Atut, dan tertidur pulas hingga pagi menjelang.
Buah Mundung, Buah Mentega, dan Roti Unyil Venus
Bangun tidur, semua bertanya-tanya karena si tuan rumah menghilang tanpa jejak. Sambil menunggunya datang kamipun mulai packing, karena hari kedua ini akan meninggalkan Bogor. Tak lama kemudian Atut datang dengan membawa sarapan, buah mundung dan buah mentega yang sehari sebelumnya diincar Riri dan Evi. Dan roti unyil Venus untuk oleh-oleh kami. Buah mundung itu seperti duku dengan kulit yang lebih tebal, dan asem rasanya. Kalau buah mentega sekilas Riri mengiranya buah kesemek, tapi bedanya buah mentega tidak berbedak putih melainkan berbulu halus, dengan daging buah menyerupai apel dan berbau khas.
Seusai sarapan, mandi dan bersiap-siap, kami pun segera meninggalkan kost Atut yang homy.
Memberi Makan Rusa Istana Bogor
Dari angkot pertama kami turun di depan Hotek Salak. Sebelum naik ke angkot berikutnya Atut mengajak kami menyempatkan untuk memberi makan rusa di halaman Istana Bogor dengan wortel.
Kemudian akhirnya kami berada di atas angkot menuju Stasiun Bogor untuk menuju ke Depok. See you again Bogor...
(TO BE CONTINUED)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Nine Years Later ...
Sembilan tahun berlalu sejak terakhir kali meng- update blog ini. Entah kenapa tiba-tiba hari ini ingin membuka kembali halaman ini. Belum a...
-
Dalam bahasa Indonesia, judul di atas diterjemahkan sebagai penerbangan pertama. Biasanya dimaksudkan untuk jadwal penerbangan pesawat yan...
-
Part 3 of 3 Kami bangun pagi-pagi, mandi, shalat subuh, dan sarapan. Setelah hari mulai terang, kami pun segera keluar dari hotel. Kami ...
-
Sejak pertengahan April 2007 kemarin aku mencoba hidup di Kebumen. Karena ‘perusahaan’ yang (akhirnya mau) mempekerjakanku menempatkanku di ...

No comments:
Post a Comment