Saturday, November 23, 2013

Ke Bandung Lagi

Hari itu Kamis 21 Maret 2013, bakda shalat Maghrib perjalanan menuju ke Bandung dimulai (lagi). Kali ini bersama rombongan tempat kerja. Duduk di kursi belakang pak sopir bersama dengan mba Jum. Sampai di SPBU Ambarketawang, bus kami putar balik ke pool nya di ringrut pelemgurih, ada masalah dengan akinya (?). Setelah beres, kami pun segera melanjutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan diisi dengan karaoke ria. Playlistnya? Tembang kenangan, campur sari, dan sejenisnya yang saya tak familiar atau hapal bagian reffrainnya saja (haha). Penyanyinya? Pak Pram, Ibu Eni, dan Ibu Rus. Saya? Pendengar setia yang lama-lama merem dan tertidur pulas. Pagi tiba, kami berhenti untuk shalat Shubuh di Nagrek. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke hotel Yehezkiel di jalan Surapati. Mandi, sarapan, dan here we go...

GEDUNG SATE
mba J, me, mba Embay, and Alidha
 
Kabarnya jumlah sate pada atas gedung ini ada 6 yang melambangkan 6 gulden sebagai biaya pembangunan gedung ini. Sampai di sana, kami ditemuiibu Agung dan rekannya di ruang pertemuan Sangga Buana hingga kurang lebih pukul 11. Tadinya kami mau diajak melihat kota Bandung dari lantai atas gedung, tapi berhubung waktu yang sempit, sementara bapak-bapk harus shalat Jumat, kami pun terpaksa melewatkan kesempatan ini dan bersegera kembali ke bis. 


ALAS DAUN DAN SHOPPING TIME


Alas Daun dipilih sebagai tempat makan siang. Lokasinya di depan masjid PUSDAI. Jadi,sembari menunggu bapak-bapak shalat jumat, para ibu bisa memulai makan siangnya. Selesai makan ...
It’s shopping time!(hadeew.Tempat belanja pertama adalah ke Pasar Baru Trade Center. Setelah puas muter-muter shopping hours berlanjut ke FO-FO di jalan Riau.
Selesai belanja, kembali ke hotel, mandi, dan makan malam dengan hiburan nyanyi. Ngga banyak yang datang, hanya ada beberapa yang tinggal, lainnya langsung kembali ke kamar masing-masing seusai makan malam.

CIATER

Hari berikutnya kami check out dari hotel kemudian menuju ke Ciater. Sebelumnya mampir dulu ke Kartika Sari (oh! belanja terus...). Setelah beberapa saat kami pun sampai di Ciater yang dikenal sebagai pusat pemandian air panas. Anda bisa naik kuda atau kereta kuda untuk mengelilingi lokasi ini. Namun saya dan beberapa yang lain memilih untuk berjalan kaki, dan beberapa kali berhenti untuk (ehem) berfoto. Beberapa saat sebelum Dhuhur kami meninggalkan lokasi untuk menuju lokasi terakhir setelah sebelumnya berhenti sesaat untuk makan dan sholat Dhuhur.

SAUNG ANGKLUNG MANG UDJO

Last but not least... Nonton show sore di Saung Udjo. Pertunjukannya seru. Diawali dengan pertunjukan singkat wayang, dilanjutkan dengan tarian, lalu sebuah acara yang biasa dilakukan ketika sunatan. Puncaknya adalah pertunjukan angklung kolosal serta mengajak penonton untuk menjadi bagian dalam pertunjukan dengan bermain angklung. Kemudian ditutup dengan bernyanyi dan berjoget bersama. Hmm... di Jogja yang menyajikan pertunjukan tradisional yang dikemas sedemikian sehingga membuat orang yang tak terbiasa menjadi tertarik ada di mana ya?
Oh iya, di sini Mas Toto (tanpa mba Ita karena sedang flu) menyempatkan diri menemuiku dan membawakan batagor yang sangat menolong kami yang merasa sedikit lapar selesai menonton pertunjukan (haturnuhun mas toto mba ita). Selepas dari Saung Mang Udjo, setelah makan malam kami pun mulai perjalanan pulang ke Jogja.

No comments:

Post a Comment

Nine Years Later ...

Sembilan tahun berlalu sejak terakhir kali meng- update blog ini. Entah kenapa tiba-tiba hari ini ingin membuka kembali halaman ini. Belum a...