Hari
itu Kamis 21 Maret 2013, bakda shalat Maghrib perjalanan menuju ke
Bandung dimulai (lagi). Kali ini bersama rombongan tempat kerja.
Duduk di kursi belakang pak sopir bersama dengan mba Jum. Sampai di
SPBU Ambarketawang, bus kami putar balik ke pool
nya
di ringrut pelemgurih, ada masalah dengan akinya (?). Setelah beres,
kami pun segera melanjutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan diisi
dengan karaoke ria. Playlistnya? Tembang kenangan, campur sari, dan
sejenisnya yang saya tak familiar atau hapal bagian reffrainnya saja
(haha). Penyanyinya? Pak Pram, Ibu Eni, dan Ibu Rus. Saya? Pendengar
setia yang lama-lama merem dan tertidur pulas. Pagi tiba, kami
berhenti untuk shalat Shubuh di Nagrek. Kemudian melanjutkan
perjalanan menuju ke hotel Yehezkiel di jalan Surapati. Mandi,
sarapan, dan here we go...
GEDUNG SATE
![]() |
| mba J, me, mba Embay, and Alidha |
Kabarnya
jumlah sate pada atas gedung ini ada 6 yang melambangkan 6 gulden
sebagai biaya pembangunan gedung ini. Sampai di sana, kami ditemuiibu
Agung dan rekannya di ruang pertemuan Sangga Buana hingga
kurang lebih pukul 11. Tadinya kami mau diajak melihat kota
Bandung dari lantai atas gedung, tapi berhubung waktu yang
sempit, sementara bapak-bapk harus shalat Jumat, kami pun
terpaksa melewatkan kesempatan ini dan bersegera kembali ke
bis.
ALAS
DAUN DAN SHOPPING TIME
Alas
Daun dipilih sebagai tempat makan siang. Lokasinya di depan
masjid PUSDAI. Jadi,sembari menunggu bapak-bapak shalat jumat,
para ibu bisa memulai makan siangnya. Selesai makan ...
It’s
shopping time!(hadeew.Tempat belanja pertama adalah ke
Pasar Baru Trade Center. Setelah puas muter-muter shopping
hours berlanjut ke FO-FO di jalan Riau.
Selesai
belanja, kembali ke hotel, mandi, dan makan malam dengan
hiburan nyanyi. Ngga banyak yang datang, hanya ada beberapa
yang tinggal, lainnya langsung kembali ke kamar masing-masing
seusai makan malam.
CIATER
Hari
berikutnya kami check out dari hotel kemudian menuju ke
Ciater. Sebelumnya mampir dulu ke Kartika Sari (oh! belanja
terus...). Setelah beberapa saat kami pun sampai di Ciater
yang dikenal sebagai pusat pemandian air panas. Anda bisa
naik kuda atau kereta kuda untuk mengelilingi lokasi ini.
Namun saya dan beberapa yang lain memilih untuk berjalan
kaki, dan beberapa kali berhenti untuk (ehem) berfoto.
Beberapa saat sebelum Dhuhur kami meninggalkan lokasi untuk
menuju lokasi terakhir setelah sebelumnya berhenti sesaat
untuk makan dan sholat Dhuhur.
SAUNG
ANGKLUNG MANG UDJO
Last
but not least... Nonton show sore di Saung Udjo.
Pertunjukannya seru. Diawali dengan pertunjukan singkat wayang,
dilanjutkan dengan tarian, lalu sebuah acara yang biasa
dilakukan ketika sunatan. Puncaknya adalah pertunjukan angklung
kolosal serta mengajak penonton untuk menjadi bagian dalam
pertunjukan dengan bermain angklung. Kemudian ditutup dengan
bernyanyi dan berjoget bersama. Hmm... di Jogja yang
menyajikan pertunjukan tradisional yang dikemas sedemikian
sehingga membuat orang yang tak terbiasa menjadi tertarik ada
di mana ya?
Oh
iya, di sini Mas Toto (tanpa mba Ita karena sedang flu)
menyempatkan diri menemuiku dan membawakan batagor yang sangat
menolong kami yang merasa sedikit lapar selesai menonton
pertunjukan (haturnuhun mas toto mba ita). Selepas dari Saung
Mang Udjo, setelah makan malam kami pun mulai perjalanan
pulang ke Jogja.



No comments:
Post a Comment