Monday, May 19, 2008

SeLaMat MeneMpuh HiDup BaRu

Hari-hariku kembali dipenuhi dengan setumpuk pekerjaan yang harus segera diselesaikan.Ngga banyak waktu dan pikiran yang terluang. Untunglah... masih ada saja hari dan kesempatan yang membuatku harus menempuh perjalanan yang menyenangkan.

----------------------------------
SEYEGAN - SLEMAN
Sabtu, 19 April 2008
(dr. Wulan dan dr. Awang)
----------------------------------
Sebenarnya undangan walimahan teman SMA ku ini tanggal 20-nya, tapi berhubung ada acara pada hari dan waktu yang bersamaan akhirnya aku dan Nunung memutuskan untuk datang pas akad nikahnya pada Sabtu malam.

Kami berangkat sehabis Isya dari rumah. Sebenarnya ada jarak tempuh yang lebih dekat dari rumahku ke lokasi. Tapi, jalannya terkenal 'rawan'. Sering terjadi penodongan oleh orang tak dikenal. Akhirnya kami memutuskan untuk memutar lewat pasar Gamping yang itu berarti dua kali jarak tempuh normal. Dan karena udah lama ngga ke sana, aku lupa jalan persisnya. Kami menembus pekatnya malam dengan mengandalkan feeling dan ingatan masa lalu yang sangat minim. Setelah menemukan jalan masuk ke perkampungan. Akhirnya kami bertanya kepada seorang ibu yang akan pergi pengajian.
" Jalan ini lurus aja, trus pertigaan pertama di tengah sawah belok kanan, setelah itu ada pertigaan pertama belok ke kiri, nah di situ dusun Grajegan, nanti tanya saja orang di sana"
Ternyata jalan yang harus kami lewati adalah jalanan di tengah sawah yang sepi, gelap, dan jauh dari rumah orang, yang ada hanya pepohonan dan gelap. Namun sesuai petunjuk si ibu, akhirnya kami menemukan sebuah papan berpanah bertuliskan dusun Grajegan dan janur kuning di belakangnya. Dan sampailah kami di rumahnya. Alhamdulillah ....

---------------------------------
MAOS _ CILACAP
Kamis, 1 Mei 2008
(Yeyen dan Eko)
---------------------------------
Sama seperti sebelumnya, sebenarnya walimah temen kuliahku ini tanggal 2-nya, tapi karena aku ngga bisa libur, akhirnya aku berangkat hari sebelumnya. Kali ini aku pergi bersama Ima. Kami berangkat jam delapan pagi, dengan bus ekonomi SUHARNO. Setelah kurang lebih 4 jam perjalanan akhirnya kami sampai di pasar Pahing Maos, tempat kami akan dijemput oleh adik temanku.

Begitu turun ... kami diserbu oleh abang becak yang menawarkan jasanya. Dan tentusaja kami menolak karena kami akan dijemput setelah kami mengirimkan sms. Dan lucunya ada abang becak yang mengutarakan kekesalannya kepada sms. Ya, mungkin kalau dulu banyak orang yang turun dari bis akan langsung memanggil si abang becak untuk mengantarnya. Tapi gara-gara ada sms, orang jadi lebih suka meng-sms orang di rumah untuk menjemputnya. Hehe ...maaf ya, Pak?

Akhirnya kami sampai di lokasi, dan ngobrol bersama calon penganten dan juga dua orang teman lainnya dan tentusaja makan-makan, tanpa terasa sudah sekitar 3 jam, akhirnya kami pamit pulang. Jadi kalau ditotal, sebenarnya kami lebih lama di perjalanan (sekitar 8jam).

----------------------------
KEBUMEN
Ahad, 18 Mei 2008
(Indra dan Agus)
----------------------------
Hm ... kali ini aku berangkat sendirian pada Sabtu sore. Naik bus Merdeka yang mau pulang ke pool nya sehingga bisa turun di kota. Nyampe di kota jam 7 malam, dijemput mba Dewi yang langsung ngajak makan malam dan jalan-jalan, mengenang kembali kota ini. Menyusuri sudut-sudut yang sempat kujelajahi. Abis itu nginep ke rumah mba Dewi.
Paginya jam 9 kami berangkat ke akad dan walimah di rumah jeng Indra sampai jam 12. Kembali bernostalgia dan baru pulang ke Yogya sorenya jam 4.

-----------------------------------------------------------------
Dan akhirnya ....
SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU
Semoga Menjadi Keluarga Yang Sakinah Mawaddah Wa Rahmah
Barakallahu laka wa baraka 'alayka wa jama'a baynakuma fii khoir

AMIN ... AMIN...
-----------------------------------------------------------------

Tuesday, April 8, 2008

Yah ... Bagusan Novelnya!

Akhir-akhir ini sering mendengar dan membaca komentar di atas. Dan kalau ngga salah aku malah sempat juga mengeluarkan kata-kata yang sama. Hehe... Kenapa ya novelnya lebih bagus? Baru-baru ini aku baca tulisannya dua orang temanku yang pertama tentang film Ayat-Ayat Cinta dan yang kedua tentang film D.O yang ngga lebih bagus daripada novelnya. Dari kedua tulisan tersebut ada satu benang merah alasan kenapa novelnya lebih bagus (daripada filmnya) yaitu karena pembaca novel punya bagian favorit (yang sangat penting) di dalam novel yang ternyata dianggap bukan apa-apa oleh si pembuat film.

Sebenarnya sih sah-sah saja mengemukakan preferensi kita atas dua hal yang dihadapkan di depan kita. Tapi belakangan aku mikir juga, gimana kalau aku yang menjadi satu diantara dua yang dibandingkan itu, ya? Oke, kalau aku menjadi yang-dianggap-lebih-bagus tentunya aku bisa berbangga hati, tapi kalau menjadi yang-dianggap-lebih-jelek? Bisa saja aku bilang ngga apa-apa, tapi pasti saja ada rasa kecewa, gondok, dan sakit hati. Hiks... Tapi, jika kita memandangnya secara positif, hal tersebut tentunya bisa menjadi pemacu kita untuk membuat sesuatu yang lebih baik lagi di kemudian hari.

Wednesday, April 2, 2008

Kerja dan Motivasi

Tulisan berikut ini sebagian kudengar dari acara syawalan 1428 H di tempat kerjaku tahun lalu. Tapi ... berhubung ngga terekam dengan lengkap, maka sebagiannya adalah hasil improvisasi. Temanya adalah tentang motivasi seseorang dalam bekerja. Apa saja? Baca yuk...

1. STATUS (bukan pengangguran)
orang yang bekerja dengan motivasi ini, cenderung susah untuk dimotivasi. Karena baginya yang terpenting adalah dia memiliki status 'bekerja' di lingkungannya. Bahkan bisa jadi iming-iming gaji yang besar pun ngga cukup untuk menggugah semangatnya untuk bekerja lebih baik.
2. GAJI (materi)
orang yang bekerja dengan motivasi ini,hanya bisa bekerja dengan lebih baik manakala dia mendapatkan materi yang lebih. Bahkan ada juga yang tidak mempedulikan kualitas kerjanya, pokoknya asalkan dia mendapatkan uang saja itu sudah lebih dari cukup.
3. POSISI (jabatan)
orang yang bekerja dengan motivasi ini, cenderung menghalalkan segala cara untuk meraih posisi tertinggi yang sangat diinginkannya. Bahkan cara yang paling ngga baik sekalipun akan digunakannya. Meskipun banyak juga yang masih memperhatikan moralitas untuk mencapainya.
4. AKTUALISASI DIRI
Nah! orang-orang yang bekerja dengan motivasi ini, bahkan ngga perlu dorongan dari luar untuk selalu memperbarui kinerjanya, dalam setiap harinya dia akan selalu berinovasi secara kreatif untuk memuaskan dirinya.
Dan ... kira-kira aku berada di mana, yo? Hiks!!

Monday, March 17, 2008

Spektrum

-Satu-
Merambati
jiwa-jiwa sepi
kuncup mekar dalam
hingar bingar
Bintang gemerlap
ninabobokan
untaian cita mulia

-Dua-
Napas memburu terengah
menyulam asa
dalam jejak hari berujung runcing
Teriakan parau
lampui batas waktu
merangkai doa
bersimpuh sujud di hadapMu

Buku di Bulan Februari

Buku yang sempat kubaca pada bulan Februari adalah
1.Menyemai Cinta di Negeri Sakura
by: Lizsa Anggraeny dan Seriyawati (Samudera)
2. Laskar Pelangi
by: Andrea Hirata (Bentang)
3. Harry Potter: Chamber of Secret
by: JK. Rowling
4. Bali (kumpulan cerpen)
by: Putu Wijaya ( Penerbit Buku Kompas)
5. Sang Pemimpi
by: ANdrea Hirta (Bentang)
6. Edensor
by: Andrea Hirata (Bentang)

Thursday, February 14, 2008

... GEDUBRAKK!?! ...

TKP I: DEPAN KANDANG SAPI
Saat itu aku masih SMP. Baru belajar naik motor mengelilingi rumah simbahku. Saking semangatnya nge-gas, sampai di sisi barat ... gedubrak!!! ... aku menabrak gerobak rumput pakan sapi di depan kandang.

TKP II: DEPAN GEREJA KOTABARU
Sepulang sekolah (SMA) aku dan temanku, berencana langsung bezuk adik kelas yang opname di RS. Bethesda karena kecelakaan.Sebelumnya kami mo mampir ke Mirota Bakery Kotabaru dulu. Tepat di depan gereja Kotabaru, aku membelokkan motorku ke kiri (tanpa menyalakan lampu sign/riting). Ternyata eh ternyata dari belakang ada motor yang mau menyalipku dari kiri, dan otomatis... gedubrak!!!... kami terjatuh dari motor kami masing-masing. Alhamdulillah ngga parah. Mbaknya dan motornya ngga papa, temanku lecet dan memar dan shock (sampai sekarang ngga cerita ke ibu), aku lecet2, baju dan rokku sedikit sobek, dan kacamata-ku miring.

TKP III: BUNDERAN UGM
Sore itu sepulang kuliah aku lewat bunderan dari arah timur. Seingatku saat itu lalulintas sepi. Hanya ada aku, dan satu motor yang nylonong begitu saja dari arah selatan dan mengagetkanku. Dan sama sekali ngga nyenggol ataupun disenggol, tapi mungkin karena gugup melihat motor yang tadi, tiba-tiba saja ... gedubrak!!... aku terjatuh begitu saja di atas aspal. Alhamdulillah aku ngga ada yang luka, tapi ... hiks! Kenshin (motorku) ngga bisa dioper giginya. Berhubung saat itu dompetku hanya berisi uang senilai dua liter bensin saat itu. Jadi ngga berani mampir bengkel. So, Yogya Sentolo kulalui bersama Kenshin dgn posisi gear yang tidak berubah (posisi 2). Setelah sampai rumah dan ambil uang, aku pun membawanya ke bengkel AHASS dan ... kembali seperti semula.

TKP IV: JALAN DEPAN RUMAH
Ceritanya mo jemput adikku yang saat itu masih SMP. Depan rumahku adalah jalan kabupaten yang berupa tanjakan yang tidak terlalu tinggi memang, tapi cukup sering terjadi kecelakaan.Sebelum nyebrang, aku berhenti dulu. Tengok kiri... sudah kosong, tengok kanan... ups!! tertutup mobil katana yang parkir di depan rumah. Kucoba mengintip diantara kaca mobil, sepertinya jalan sudah sepi, pelan ku gas motorku mencoba menyeberang. Tapi ... gedubrakk!!!... ada sepeda dari arah kanan yang melaju kencang menuruni tanjakan. Ngga ada luka parah, aku ngga papa malah, hanya spion motorku pecah, si ibu lecet dan roda depan sepedanya bengkok tertabrak ban motorku. Untung bisa diselesaikan kekeluargaan, si ibu minta sepeda diperbaiki dan minta biaya untuk pijat. Dan ... deal.

TKP V: PERTIGAAN SENTOLO
Pertigaan sudah di depan mata. Tapi... huwa....!! Antrian mobil puanjang sekali. Kapan bisa nyebrangnya kalo kayak gini? Akhirnya kuputuskan untuk menyusup di depan sebuah mobil yang berhenti menutupi jalan ke arah barat. Namun... gedubrak!!.. aku dan motorku terjatuh (lagi). Rupanya dari arah selatan ada motor yang dilajukan dengan santai oleh seorang bapak berseragam tentara. Alhamdulillah ... (lagi-lagi)ngga ada luka...
Bapak Tentara:
"Hati-hati dong dik! Sembarangan nyebrang. Sudah tahu lalulintas lagi rame, masih nekat juga. Sudah Sana!! Hati-hati!! Jangan diulangi lagi!!"

Aku (speccless):
"Maaf, pak! Terimakasih... "


TKP VI: KADIPIRO
Aku, adik, dan adikku mau ke Taman Pintar, mumpung libur. Sebelum berangkat ngga thu kenapa aku sempat ngomel2 ngga jelas sama adikku. Tapi semua udah oke setelah kita berangkat.Seingatku aku bawa motor pelan saja, ngga sampai 60 km/jam malah.
Sampai di daerah Kadipiro, tiba2 pick up di depanku ngerem mendadak dan aku pun segera ikut ngerem tapi ternyata remku ngga pakem, dan... gedubrakk!!... aku menabrak pantat pick-up di depanku itu. Kedua adikku ngga papa. Kaki kiriku sempat ngilu karena tertindih badan motor.
Sopir pick-up :
"... Salahe mbak'e! ... naek motornya kenceng ..."
Aku :
"..." (masih syok)
Warga :
" Tenang mas, selesaikan saja baik-baik. Mas'e benar, mba'e juga"
Sopir pick up :
" Yo wis, kan sama-sama rusak nih, mba? Diperbaiki sendiri-sendiri saja,ya?"
Aku :
"..." (masih syok)
Adikku :
"?!? Yo wis mas, ngga papa"
***
Pak Becak :
" Wo.. tadi harusnya minta KTPnya mbak, jadi kalo ada apa-apa, mereka bisa dihubungi lagi."
Aku & Adikku :
"?!?!" (bukannya kami yang nabrak, pak?)

^^ Berbagai kemungkinan penyebab: ^^
1.Kecepatanku terlalu tinggi (padahal ngga nyampe 60)
2.Jarak motorkuke pick-up terlalu dekat
3.Rem ngga pakem !! (besok lagi sebelum berangkat cek dulu)
4.Kurang hati-hati dan konsentrasi
5. Lupa berdoa (nah,lho!)

Friday, February 1, 2008

Sehat Sebelum Sakit, Hidup Sebelum Mati

Demi Masa ... ; Sesungguhnya manusia kerugian; Melainkan yang beriman dan yang beramal shaleh.
Gunakan kesempatan yang masih diberi. Semoga kita takkan menyesal.
Ingat Lima perkara sebelum lima perkara:
sehat sebelum sakit; muda sebelum tua; kaya sebelum miskin; lapang sebelum sempit; hidup sebelum mati
(Demi Masa - Raihan)


- SATU -
Pagi itu (ahad, 6 Januari 2008), aku, ibu, mbah kung, bulik, paklik, om dan sepupu2 berdesak-desakan di APV merah menuju Cilacap, silaturahim ke rumah Mbah Budi (adiknya mbah kung). Aku terakhir kali ke sana, pas masih SD (lama banget ya?), dan mbah Budi pun dah lama ngga ke Sentolo City. Komunikasi hanya via telepon.

Ingatanku tentang beliau ... seorang yang perfeksionis (kalau mbah ke rumahmu dan menemukan sedikit debu,apalagi sarang laba-laba, siap-siap saja menerima kemarahannya) namun ... sangat perhatian/care (kalau ada keluarga yang datang ke rumahnya, orangtua atau anak-anak, pasti akan diperlakukan bak raja, diajak keliling kota, berwisata, menikmati kuliner. hehe).

Sekitar 4 jam kemudian, kami sampai di rumahnya yang sepi (beliau hanya tinggal dengan istri dan seorang pembantunya). Ketiga anaknya sudahmenikah dan punya rumah masing-masing di Bantul, Semarang dan Liverpool(Inggris).

Kondisi beliau saat ini sangat jauh dari ingatanku tentangnya. Mbah Budi tak merespon apapun yang kami ucapkan dan lakukan. Tak ada perhatian yang hangat apalagi teguran keras. Hanya ada seorang bertubuh sehat dengan tatapan mata yang kosong.

Kata mbah putri sambil berkaca-kaca, sudah 2 tahun ini mbah Budi divonis dokter menderita alzheimer

Kami hanya bisa berharap mbah budi diberikan yang terbaik, dan mbah putri diberikan kesabaran yang luar biasa.

-DUA-
Lima tahun yang lalu Tio mengalami kecelakaan yang membuat limpanya harus dioperasi. dan hasil operasi baru bisa dicek setelah lima tahun kemudian (itu berarti tahun ini). Dan selama lima tahun itu, Tio bukannya hanya harus hidup sehat, tetapi bahkan steril/higienis.

Petaka bermula saat pergantian tahun kemarin ini. (Tidak jelas apakah keinginannya sendiri, atau dipaksa teman-temannya,) Tio yang dulu memang dekat dengan alkohol namun sekarang harus hidup steril itu, kembali kemasukan alkohol. Sehingga Tio muntah-muntah tanpa bisa dihentikan. Dan teman-temannya yang tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi, membawa Tio ke puskesmas yang tidak memberikan penanganan segera. Sehingga saat akhirnya Tio dibawa ke RS. swasta, harus dibawa ke ruang isolasi. Awalnya Tio yang kuliah dan tinggal jauh dari ortunya, ngga mau keluarganya tahu dia di rumah sakit. Namun akhirnya buliknya yang tinggal sekota tahu juga, dan langsung ke rumah sakit dan mengabari ortu Tio. Saat buliknya datang, Tio masih bisa mengucapkan kata 'maaf' kepada buliknya. Namun, matanya yang terbuka lebar sudah tidak bisa melihat apa-apa.

Ibu Tio berkata kepada teman-teman Tio yang menjenguknya,
"Ibu tidak menyalahkan siapapun atas kejadian ini, tapi ibu berharap kejadian yang menimpa Tio ini menjadi pelajaran berharga buat kalian untuk menjauhi minuman atau zat apapun yang berbahaya dan menrugikan diri dan masa depan kalian. Ibu yakin kalian ngga mau kejadian yang sama menimpa kalian."

Dan di dunia ini, manusia bukan berduyun-duyun lahir ke dunia dan berduyun-duyun kembali pilang ... seperti dunia pasar malam. Seorang seorang mereka datang ... dan pergi. Dan yang belum pergi menunggu saat nyawanya terbang entah kemana. (Bukan Pasar Malam - Pramoedya Ananta Toer)


Ditulis berdasar penuturan Ibu Tio saat aku dan Ibu menjenguk Tio yang sedang koma di IGD, sehari sebelum Tio ... meninggal (9 Januari 2008). Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...

Nine Years Later ...

Sembilan tahun berlalu sejak terakhir kali meng- update blog ini. Entah kenapa tiba-tiba hari ini ingin membuka kembali halaman ini. Belum a...