Tuesday, July 29, 2008

Betty La Fea


Adalah judul sebuah telenovela Columbia yang tayang di teve beberapa tahun yang lalu.Berkisah tentang seorang perempuan buruk rupa (setidaknya itu yang coba digambarkan dengan kacamata besar dan gigi berkawat), kuno-ngga fashionable (yang tertangkap dari gaya rambut dan pakaiannya). Tapi ... seingatku Betty adalah seorang yang cerdas dan profesional.
Kenapa tiba-tiba cerita telenovela? Beberapa hari yang lalu, aku dan adik-adikku ngobrol seru, lupa gimana kronologinya, perbincangan kami sampai pada sebuah pernyataan bahwa aku lah Betty La Fea. Alasan utama penobatanku menjadi Betty (menurut mereka) adalah karena gaya berpakaianku (yang terlalu amat sangat jarang sekali matching, dan out of date). Bedanya mungkin aku ngga secerdas Betty. Hwahaha ... aku ikut tertawa (getir) bersama mereka. Karena ... pernyataan mereka yang banyak benarnya ... hehe.

Friday, July 11, 2008

DWYL or LWYD

Postingan yang ini pernah dengar wise words for business di Bimasakti FM (Kebumen). Tapi lupa siap narasumbernya.
Jika seseorang ingin sukses dalam karir/bisnisnya maka hal paling mendasar yang bisa dan harus dilakukannya adalah melakukan pekerjaan yang benar-benar disukainya karena dengan begitu dia tak akan merasa terbebani dan inspirasi pun dengan mudah mengalir.
Namun adakalanya anda tidak seberuntung orang lain. Dan saat anda tidak bisa memilih untuk mengerjakan yang anda cintai, yang bisa dilakukan adalah mencoba... mencintai pekerjaan yang telah memilih anda.
(Dan kemudian pertanyaannya adalah ... sudahkah aku mencintai pekerjaanku?)

Tuesday, July 1, 2008

Anak-Anak yang Menyanyikan Lagu Orang Dewasa

Setelah Sherina dan Tasya beranjak dewasa, rasa-rasanya tidak ada penyanyi cilik yang meneruskan generasi mereka. Akibatnya anak-anak yang tidak memperoleh referensi lagu anak-anak, jadi lebih hafal lagu orang dewasa yang sangat sering didengarnya. Termasuk adikku Icha yang masih kelas 2 SD. Salahsatu penyebab kekhawatiran saat anak-anak bernyanyi lagu yang syairnya kebanyakan bertemakan tentang cinta itu adalah kalau-kalau mereka menjadi lebih cepat dewasa daripada umurnya.

Belakangan ini, ada acara kontes nyanyi anak-anak (Idola Cilik di RCTI). Dan banyak orangtua yang berharap acara ini mampu memuaskan dahaga akan lagu anak-anak. Saat Icha menjadi penonton setia acara ini, Aku pun mulai mendampinginya menonton layaknya kakak yang baik (hehe...). Tapi... lho kok? Lagunya ya sama saja lagu-lagu orang dewasa? Gimana ini? Itu kalimat-kalimat yang kemudian terlontar. Tapi berhubung Icha setia menonton, akhirnya aku pun jadi ikut rajin menontonnya. Dan setelah sekian lama mengikuti, aku jadi berpikir dan merasa kalau trnyata lagu bertemakan cinta ternyata bukan masalah yang harus terlalu dikhawatirkan. Karena lagu cinta yang oleh orang dewasa melulu ditafsirkan sebagai cinta kepada kekasihnya (dilihat dari video klipnya), saat dinyanyikan oleh anak-anak yang menginterpretasikan cinta yang dilihat dari sudut pandang anak kepada orang tuanya, adik kepada kakaknya (atau sebaliknya), dan teman kepada sahabatnya, ternyata lagu itu sah-sah saja dinyanyikan mereka. Bahkan terdengar lebih indah didengar dan dirasa. Jadi, salahsatu solusinya, sebagai orang dewasa membantu mengarahkan mereka untuk memaknai cinta dengan kacamata mereka, dan pilihkan lagu yang benar-benar cocok dengan usia mereka ...

Monday, June 2, 2008

Zzz...zZz... ZzZ...

Banyak orang (bahkan dari kesan pertama mereka) menggambarkan aku dalam satu kata yang paling istimewa yaitu ... pendiam.
Ibaratnya adalah gamelan yang kalau ngga ditabuh ngga ada bunyinya.
Aku sendiri ngga tahu dengan pasti mengapa aku ngga bisa dengan mudah ngobrol asyik dengan orang lain (apalagi baru kenal).
Yang selalu kuandalkan hanyalah senyuman. Ngga terlalu manis memang, tapi tulus.
Teman-teman terbaikku ngga pernah mempermasalahkan ke-pendiam-anku.
Tapi bagaimana dengan orang lain? Bagaimana dengan calon teman-teman terbaikku? Apakah mereka tahu? Apakah mereka mau mengerti? Bahwasanya diam-ku bukan karena aku sombong ataupun gagu?
Semoga saja...

Saturday, May 31, 2008

7 Hari Seminggu

Senin
Mencoba bunuh malas di atas deru mesin
Selasa
Belum semangat tapi mulai terbiasa
Rabu
Tumpukan pekerjaan tak henti menyerbu
Kamis
Berusaha rampungkan hingga kembang kempis
Jumat
Hoahm... mata kok jadi berat
Sabtu
O..ow ... bahkan pikiran ikutan buntu
Ahad
Ough!! inilah hari terindah sepanjang abad

Monday, May 19, 2008

SeLaMat MeneMpuh HiDup BaRu

Hari-hariku kembali dipenuhi dengan setumpuk pekerjaan yang harus segera diselesaikan.Ngga banyak waktu dan pikiran yang terluang. Untunglah... masih ada saja hari dan kesempatan yang membuatku harus menempuh perjalanan yang menyenangkan.

----------------------------------
SEYEGAN - SLEMAN
Sabtu, 19 April 2008
(dr. Wulan dan dr. Awang)
----------------------------------
Sebenarnya undangan walimahan teman SMA ku ini tanggal 20-nya, tapi berhubung ada acara pada hari dan waktu yang bersamaan akhirnya aku dan Nunung memutuskan untuk datang pas akad nikahnya pada Sabtu malam.

Kami berangkat sehabis Isya dari rumah. Sebenarnya ada jarak tempuh yang lebih dekat dari rumahku ke lokasi. Tapi, jalannya terkenal 'rawan'. Sering terjadi penodongan oleh orang tak dikenal. Akhirnya kami memutuskan untuk memutar lewat pasar Gamping yang itu berarti dua kali jarak tempuh normal. Dan karena udah lama ngga ke sana, aku lupa jalan persisnya. Kami menembus pekatnya malam dengan mengandalkan feeling dan ingatan masa lalu yang sangat minim. Setelah menemukan jalan masuk ke perkampungan. Akhirnya kami bertanya kepada seorang ibu yang akan pergi pengajian.
" Jalan ini lurus aja, trus pertigaan pertama di tengah sawah belok kanan, setelah itu ada pertigaan pertama belok ke kiri, nah di situ dusun Grajegan, nanti tanya saja orang di sana"
Ternyata jalan yang harus kami lewati adalah jalanan di tengah sawah yang sepi, gelap, dan jauh dari rumah orang, yang ada hanya pepohonan dan gelap. Namun sesuai petunjuk si ibu, akhirnya kami menemukan sebuah papan berpanah bertuliskan dusun Grajegan dan janur kuning di belakangnya. Dan sampailah kami di rumahnya. Alhamdulillah ....

---------------------------------
MAOS _ CILACAP
Kamis, 1 Mei 2008
(Yeyen dan Eko)
---------------------------------
Sama seperti sebelumnya, sebenarnya walimah temen kuliahku ini tanggal 2-nya, tapi karena aku ngga bisa libur, akhirnya aku berangkat hari sebelumnya. Kali ini aku pergi bersama Ima. Kami berangkat jam delapan pagi, dengan bus ekonomi SUHARNO. Setelah kurang lebih 4 jam perjalanan akhirnya kami sampai di pasar Pahing Maos, tempat kami akan dijemput oleh adik temanku.

Begitu turun ... kami diserbu oleh abang becak yang menawarkan jasanya. Dan tentusaja kami menolak karena kami akan dijemput setelah kami mengirimkan sms. Dan lucunya ada abang becak yang mengutarakan kekesalannya kepada sms. Ya, mungkin kalau dulu banyak orang yang turun dari bis akan langsung memanggil si abang becak untuk mengantarnya. Tapi gara-gara ada sms, orang jadi lebih suka meng-sms orang di rumah untuk menjemputnya. Hehe ...maaf ya, Pak?

Akhirnya kami sampai di lokasi, dan ngobrol bersama calon penganten dan juga dua orang teman lainnya dan tentusaja makan-makan, tanpa terasa sudah sekitar 3 jam, akhirnya kami pamit pulang. Jadi kalau ditotal, sebenarnya kami lebih lama di perjalanan (sekitar 8jam).

----------------------------
KEBUMEN
Ahad, 18 Mei 2008
(Indra dan Agus)
----------------------------
Hm ... kali ini aku berangkat sendirian pada Sabtu sore. Naik bus Merdeka yang mau pulang ke pool nya sehingga bisa turun di kota. Nyampe di kota jam 7 malam, dijemput mba Dewi yang langsung ngajak makan malam dan jalan-jalan, mengenang kembali kota ini. Menyusuri sudut-sudut yang sempat kujelajahi. Abis itu nginep ke rumah mba Dewi.
Paginya jam 9 kami berangkat ke akad dan walimah di rumah jeng Indra sampai jam 12. Kembali bernostalgia dan baru pulang ke Yogya sorenya jam 4.

-----------------------------------------------------------------
Dan akhirnya ....
SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU
Semoga Menjadi Keluarga Yang Sakinah Mawaddah Wa Rahmah
Barakallahu laka wa baraka 'alayka wa jama'a baynakuma fii khoir

AMIN ... AMIN...
-----------------------------------------------------------------

Tuesday, April 8, 2008

Yah ... Bagusan Novelnya!

Akhir-akhir ini sering mendengar dan membaca komentar di atas. Dan kalau ngga salah aku malah sempat juga mengeluarkan kata-kata yang sama. Hehe... Kenapa ya novelnya lebih bagus? Baru-baru ini aku baca tulisannya dua orang temanku yang pertama tentang film Ayat-Ayat Cinta dan yang kedua tentang film D.O yang ngga lebih bagus daripada novelnya. Dari kedua tulisan tersebut ada satu benang merah alasan kenapa novelnya lebih bagus (daripada filmnya) yaitu karena pembaca novel punya bagian favorit (yang sangat penting) di dalam novel yang ternyata dianggap bukan apa-apa oleh si pembuat film.

Sebenarnya sih sah-sah saja mengemukakan preferensi kita atas dua hal yang dihadapkan di depan kita. Tapi belakangan aku mikir juga, gimana kalau aku yang menjadi satu diantara dua yang dibandingkan itu, ya? Oke, kalau aku menjadi yang-dianggap-lebih-bagus tentunya aku bisa berbangga hati, tapi kalau menjadi yang-dianggap-lebih-jelek? Bisa saja aku bilang ngga apa-apa, tapi pasti saja ada rasa kecewa, gondok, dan sakit hati. Hiks... Tapi, jika kita memandangnya secara positif, hal tersebut tentunya bisa menjadi pemacu kita untuk membuat sesuatu yang lebih baik lagi di kemudian hari.

Nine Years Later ...

Sembilan tahun berlalu sejak terakhir kali meng- update blog ini. Entah kenapa tiba-tiba hari ini ingin membuka kembali halaman ini. Belum a...