16 November 2012
Long wiken, tapi aku dan Ima tidak punya rencana liburan
kemana-mana Akhirnya kami melajukan supraku menuju ke Imogiri. Tujuannya adalah
ke hutan pinus di Dlingo (yang katanya bagus) dan Kebun Buah Mangunan (yang
katanya mengecewakan).
Kami yang belum pernah menuju ke sana, seperti biasa hanya
mengandalkan papan nama di pinggir jalan saja. Hujan tiba-tiba turun, kami pun
berhenti untuk berteduh. Ketika akhirnya kami menemukan penunjuk arah ke kanan menuju
ke Kebun Buah Mangunan (selanjutnya saya tulis KBM), kami malah penasaran
dengan apa yang ada lurus di depan sana. Ternyata sebuah jalan yang
menyenangkan. Naik turun berkelok-kelok dan kanan kirinya berjajar-jajar
tanaman yang rindang. Favorit.
Setelah puas menyusuri jalanan bersama supraku, kami pun
menuju ke KBM. Sampai di sana ternyata sepi saudara-saudara. Ada beberapa jenis
tanaman buah di sana, rambutan, mangga, jeruk, durian, salak, pepaya, jambu, dan
lainnya. Sayangnya, tidak ada satupun
pohon yang sedang berbuah. Yaaaah, penonton kecewa. Dan, sebelum shalat Dhuhur
di mushola, kami mampir di kandang penangkaran rusa Timor.
 |
| Ima dan Rusa Timor KBM (by: me; aceplus cam) |
Selanjutnya kami menuju ke puncak KBM yang jalannya menanjak,
dan banyak bagian yang berlubang. Harus hati-hati dan konsentrasi. Hosh hosh... akhirnya sampai di atas, lalu kuparkir
supraku dan menuruni tangga menuju ke tempat yang oleh pengelola KBM disebut
wisata melamun. Subhanallah... Kamu bisa melihat kelokan sungai Oyo di bawah
sana dengan jembatan gantung di atasnya, yang setiap kali ada kendaraan
melintas, akan terdengar jelas bunyi “gratak... gratak... “ dari atas. Sangat
cukup untuk mengobati kekecewaan karena kebun buah yang tidak berbuah ini.
 |
| View dari puncak KBM (by: me, VG-140) |
Tempat yang tadinya sepi ini, tiba-tiba saja menjadi ramai
oleh pengunjung yang berdatangan. Dan itu menjadi tanda bahwa sudah saatnya kami pergi (halah). Sampai di
bawah puncak, kami melihat sebuah rumah kaca tempat pembibitan tanaman
organik. Ada bibit tanaman terong, sirsak, tomat, cabe, kelapa, dan lainnya.
 |
| Ima di depan rumah kaca KBM (by: me, VG-140) |
23 Desember 2012
Sebulan lebih berlalu sejak kami ke KBM. Akhirnya, hari ini bersama Rain Gals, Uli dan Kethik kami
menuju ke jembatan gantung di atas sungai Oyo yang kami lihat dari atas puncak
KBM. Kalau ke KBM kamu ambil jalan yang
lurus, nah untuk menuju ke jembatan ini beloklah kanan mengikuti arah plang BNI
Bukit Hijau. Tapi masih harus masuk lumayan jauh untuk sampai ke jembatan yang
dimaksud.
Meski hujan merintik, akhirnya kami sampai juga di daerah
Sompok yang pemandangannya cantik. Dan di sebuah jembatan gantung berwarna
kuning yang kami tuju, ternyata suasananya sedang ramai. Di dekat jembatan akan
ada pertunjukan jathilan, dan di jembatan pun ternyata sedang dipakai untuk
pemotretan pre wedding. Jadi, kami menikmati jembatan dan berfoto-foto di sisi
jembatan yang kosong dan sesekali harus berbagi ruang dengan sepeda motor yang
mau menyeberang. Jembatan ini hanya bisa dilalui oleh satu sepeda motor, dan
ketika mereka menyeberang akan terasa jembatan memantul dan berderak-derak. Namun, suaranya terdengar lebih keras ketika berada
di atas, di puncak KB Mangunan sana.
 |
| Exzt Dwi dan penampakan jembatan dari dekat (by: risna, nikon d3100) |