Mendengar kabar ini, yang paling bersemangat adalah Risna. Dia berpesan kalau harus dia yang diajak. Bahkan bersedia di depan pulang-pergi. Okelah, jadilah hari itu, Ahad, 17 Juni 2012, aku dan Risna (the wedding
traveler *eh?!*) touring menuju ke Semarang. Perkiraan waktu tempuhnya sekitar empat jam.
Kami berangkat pagi-pagi lewat rute Kalibawang. Motor dilajukan santai saja, ngga ngebut seperti biasanya. Bahkan beberapa kali kami berhenti saat Risna
bertemu dengan pemandangan yang menarik hatinya. Salahsatunya, terbitnya
matahari ini. Subhanallah..
Sampai di daerah Temanggung, kami sempat bertemu kabut yang
memperpendek jarak pandang, tetapi menyenangkan (lha?!). Setelah sekitar dua setengah jam perjalanan, sampailah kami di
pertigaan masuk ke arah Bandungan menuju ke lokasi. Masuknya masih sekitar
20 kilo, dan kira-kira butuh sekitar setengah jaman. Yang itu berarti kami
kepagian satu jam. Jadilah kami berhenti di SPBU dekat pertigaan arah Candi
Gedongsongo untuk sarapan bekal dulu (halah!), sambil menunggu Risna berganti baju. (Kalau saya,
sudah langsung pakaian lengkap dari rumah).
Dengan bantuan gepees di hape dan satu kali bertanya,
akhirnya kami menemukan lokasi tujuan. Subhanallah, tempat yang sangat cantik
pemandangannya. Pegunungan, sawah, langit biru, awan putih, gemericik air,
sinar matahari yang hangat, dan angin yang menyapu lembut di kulit. Paradiso
...
| Foto: Risna (@naorriezna) |
Jadilah kami tamu yang hadir awal. Bahkan lebih dulu daripada ibu-ibu
tetangga, hihi. Kami pun dipersilakan duduk di dalam gedung, lesehan. Lumayan nih, bisa selonjoran
sebelum tamu yang lain berdatangan. Haha, gara-gara Risna excited nih, jadi kepagian. Dan acarapun dimulai, teman-teman kantor yang naik
bus dan motor/mobil berdatangan dan duduk di bawah tenda di luar
gedung. Acara usai, kami dan rombongan
teman-teman kantor berfoto bersama pengantin, sebelum akhirnya berpamitan.
Seusai sholat di sebuah masjid, kami memutuskan untuk
menuju Candi Gedongsongo. Dari SPBU
tempat kami mampir berangkatnya tadi masuk dan menanjak sekitar 3 km. Dengan
tiket @ Rp 7.500 kami masuk ke lokasi yang pada hari itu cukup ramai dikunjungi
wisatawan, dan anak-anak sekolah yang kemah di pelataran. Candi ini terdiri dari lima lokasi. Kita bisa
menyewa kuda untuk mengitari keseluruhan candi yang jaraknya terpisah-pisah
tersebut. Dan jaraknya pun lumayan jauh dari satu candi ke candi yang lain.
Kami memilih jalan kaki untuk menempuhnya.
Mulai dari Candi Gedong I, kemudian berjalan menyusuri hutan pinus milik Perhutani, mendaki menuju ke Candi Gedong II, diantara tanaman kobis yang siap dipanen, hingga sampai dipuncak tempat Candi Gedong III berada. Perjalanan dilanjutkan menuruni bukit melewati pemandian air panas yang mengandung belerang, kemudian kembali mendaki menuju Candi Gedong IV, bertemu seorang Nikonia Undip dan temannya yang membantu memotret kami berdua. Dan, akhirnya sampailah kami di Candi Gedong V, komplek terakhir dari rangkaian Candi yang ditemukan. Di sini kita bisa melihat pemandangan yang indah di bawah sana. Subhanallah... Cantik.
Waktu beranjak, kami pun segera
turun menuju pintu keluar. Menyenangkan, berjalan kaki di udara yang sangat sejuk,
segar, tanpa polusi. Meski tak mencoba naik kuda, tapi sepertinya memutuskan
untuk berjalan kaki adalah pilihan yang tepat. Sedikit capek memang, tapi
rasanya segaaar...
Mulai dari Candi Gedong I, kemudian berjalan menyusuri hutan pinus milik Perhutani, mendaki menuju ke Candi Gedong II, diantara tanaman kobis yang siap dipanen, hingga sampai dipuncak tempat Candi Gedong III berada. Perjalanan dilanjutkan menuruni bukit melewati pemandian air panas yang mengandung belerang, kemudian kembali mendaki menuju Candi Gedong IV, bertemu seorang Nikonia Undip dan temannya yang membantu memotret kami berdua. Dan, akhirnya sampailah kami di Candi Gedong V, komplek terakhir dari rangkaian Candi yang ditemukan. Di sini kita bisa melihat pemandangan yang indah di bawah sana. Subhanallah... Cantik.
Kami pun melanjutkan perjalanan pulang, sampai di jalan
utama dekat pasar Ambarawa, kami lihat di timur sana, terlihat air di Rawapening seperti memanggil kami (halah!). Tapi hari sudah sore, kawan. Sampai
jumpa di lain hari.






